deteksinews.co.id – Diva pop Dewi Gita mengungkapkan sebuah pengakuan mengejutkan. Ia memutuskan untuk tidak lagi menambah koleksi kucing di kediamannya. Bukan karena kehilangan minat pada hewan berbulu menggemaskan itu, melainkan karena alasan yang menyentuh hati: tak sanggup lagi menahan duka mendalam setiap kali kehilangan sahabat kecilnya.
Istri dari musisi Armand Maulana ini kini hanya merawat tiga ekor kucing. "Alhamdulillah, tinggal tiga," ujarnya dengan nada sendu saat ditemui awak media di sebuah acara televisi di Jakarta baru-baru ini. Ia menegaskan, keputusan untuk tidak menambah jumlah peliharaan lagi didasari oleh beban emosional yang terlalu berat. "Sedihnya itu lho, aku sering banget sedih," tambahnya.

Kecintaan Dewi pada kucing berawal sejak putrinya, Naja Dewi Maulana, masih duduk di bangku sekolah dasar. Bermula dari seekor kucing bernama Goldi yang setia menemaninya selama 19 tahun, jumlah "anabul" di rumahnya sempat membengkak drastis. "Dulu itu pernah sampai 13, bahkan pernah 18 ekor kucing," kenangnya. Namun, karena kesibukan dan keterbatasan pengurus, beberapa kucing kesayangannya terpaksa diberikan kepada teman-teman atau pihak yang bersedia merawatnya. Ia menekankan, semua kucing yang dilepasnya adalah ras-ras unggulan.
Meski sudah puluhan tahun berinteraksi dengan kucing, Dewi mengakui bahwa ia tak pernah benar-benar siap menghadapi perpisahan. Kisah Nuvo, kucing berjenis Scottish Fold yang hanya bersamanya selama dua tahun, menjadi salah satu luka terdalam. "Nuvo itu, kami panggilnya si Mpo, dia cuma dua tahun sama kami," ungkap Dewi dengan suara bergetar. Nuvo didiagnosis mengidap gagal ginjal. Berbagai upaya medis, termasuk operasi dan pengobatan intensif, telah dilakukan. "Dua tahun sempat sehat, ceria bersama kucing-kucing lain di rumah. Tapi memang ginjalnya terus mengecil, akhirnya dia pergi juga," kenang Dewi, menunjukkan betapa besar usahanya untuk menyelamatkan Nuvo.
Bagi Dewi, hewan peliharaan bukan sekadar binatang, melainkan bagian dari keluarga yang berhak mendapatkan perawatan terbaik. Ia tak segan membawa kucingnya ke rumah sakit hewan, bahkan melakukan operasi jika diperlukan. "Obat-obatannya juga seperti obat manusia, misalnya obat demam untuk bayi," jelasnya. Dewi mengakui, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan medis kucing-kucingnya tidaklah sedikit. Namun, hal itu tak pernah menjadi masalah baginya. Sambil tersenyum, ia sempat berkelakar, "Mana ada asuransi untuk kucing, meong!"






