Celina

Celina

BBM & Dolar Meroket, Andrew Andika Mikir Keras Isi Bensin, Skateboard Solusi?

Deteksi News. Gemparnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang kini menyentuh angka Rp 16.250 per liter, ditambah lagi dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang merangkak naik hingga Rp 17.900-Rp 18.000, ternyata tak hanya menjadi keluhan masyarakat biasa. Pasangan selebriti Andrew Andika dan Violentina Kaif pun tak luput dari dampak gelombang ekonomi ini, bahkan mulai merasakan ‘sesak’ di dompet mereka.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meski demikian, Andrew Andika, sang aktor yang kerap wara-wiri di layar kaca, mencoba melihat sisi lain. Ia mengaku keluarganya belum sepenuhnya ‘terguncang’ oleh gejolak dolar yang terus menguat. "Kalau sekarang sih kita belum terlalu terdampak ya. Belum terlalu terdampak, tapi udah mulai mau isi bensin…," ujarnya dengan nada sedikit berpikir saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Namun, sang istri, Violentina Kaif, memiliki pandangan yang lebih gamblang dan tak menampik bahwa dampak kenaikan harga BBM sudah sangat terasa di kantong keluarganya. "Terdampak dong! Soalnya kan kita mobilnya pakai Pertamina Dex, Pajero kan. Jadi itu harga yang tadinya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta tuh bisa bolak-balik Jakarta, itu cuma buat nganterin ke sekolah anak aku doang. Itu lumayan terdampak banget sih," keluhnya, menggambarkan betapa pengeluaran untuk transportasi kini membengkak.

Menurut Vio, efek domino dari kenaikan harga BBM ini tak hanya berhenti pada biaya bahan bakar semata. Ia melihat bahwa seluruh sektor ikut terpicu, lantaran transportasi adalah urat nadi kehidupan masyarakat. "Kayak apa-apa juga jadi mahal karena kan emang dolar naik juga kan. Jadi ke mana-mana orang pasti butuh transport pakai bensin, ke pasar pakai bensin, ke kantor pakai bensin, ke sekolah pakai bensin. Jadi apa-apa pasti kena dampak susahnya semuanya," jelasnya, menyoroti realita pahit yang dihadapi banyak orang.

Andrew sendiri, meski awalnya merasa belum terlalu terpengaruh oleh penguatan dolar, tak bisa memungkiri bahwa biaya bahan bakar kini menjadi pertimbangan serius. "Kalau yang bensin naik udah lumayan agak mikir gitu loh. Tadinya yang mau kayak, ‘Oh kita harus ganti mobil nih sama yang kira-kira ya minimal Pertamax’, apa segala macam. Tapi ternyata Pertamax naik juga kan," ungkapnya, menyiratkan dilema yang dihadapinya dalam memilih kendaraan.

Dengan nada bercanda yang khas, Andrew bahkan sempat melontarkan ide ‘ekstrem’ untuk beralih moda transportasi. "Jadinya kita akhirnya mau pakai mobil apa? Jadinya udah waktunya kita pakai skateboard kali ya," katanya sambil tertawa, mencoba mencairkan suasana. Ide untuk beralih ke kendaraan listrik pun sempat terlintas di benaknya, namun ia mengakui ada banyak ‘PR’ yang harus dipertimbangkan. "Mungkin, itu bisa jadi salah satu pilihan juga, tapi masih banyak pertimbanganlah untuk mobil listrik. Karena kalau misalnya kita beli mobil listrik, ya udah kita beli aja gitu. Bakalan susah untuk kita jual dan kita ganti seperti kita biasa mengganti mobil bensin," paparnya, menunjukkan sisi pragmatisnya.

Di tengah tantangan ekonomi ini, Vio juga membagikan cerita menarik tentang bagaimana ia dan Andrew mengelola rumah tangga. Mereka memilih untuk tidak menggunakan asisten rumah tangga (ART), sebuah keputusan yang tak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga mempererat ikatan keluarga. "Iya, aku tuh ke pasar berdua sama Andrew, masak berdua, terus kadang ngurusin anak pun berdua karena aku emang nggak mau pakai ART supaya kita tuh di rumah nggak main handphone terus," tutur Vio, memberikan inspirasi tentang gaya hidup yang lebih mandiri dan berkualitas di tengah situasi yang serba menantang.

(fbr/pus)

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar