Ussy Terguncang! Dolar Rp18 Ribu, Anak Sekolah Luar Negeri Jadi Sorotan
Deteksi News – Dunia selebriti tanah air ikut bergejolak seiring dengan dinamika ekonomi global yang kian memanas. Sosok Ussy Sulistiawaty, artis multitalenta sekaligus istri dari Andhika Pratama, baru-baru ini tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Ia menyoroti tajam pergerakan nilai tukar Dolar Amerika Serikat yang disebut-sebut telah menembus angka psikologis di atas Rp 18.000, sebuah kondisi yang tentu saja memicu kekhawatiran banyak pihak, termasuk dirinya.

"Ini sebenarnya bukan cuma masalah Indonesia saja, melainkan isu global yang sedang dihadapi seluruh dunia," ujar Ussy saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin lalu. Namun, sebagai seorang ibu dan manusia biasa, ia tak menampik perasaan "deg-degan" yang menyelimuti hatinya. Kekhawatiran itu semakin memuncak mengingat salah satu buah hatinya dalam waktu dekat akan melanjutkan studi ke mancanegara, sebuah rencana yang tentu saja sangat terpengaruh oleh fluktuasi kurs mata uang asing.
"Secara manusiawi, aku pasti agak deg-degan juga melihat nilai dolar terus merangkak naik," akunya. Ussy tak hanya memikirkan biaya pendidikan anaknya yang akan membengkak, tetapi juga dampak domino kenaikan kurs terhadap harga-harga kebutuhan pokok. Ia memahami betul bahwa gejolak ini turut membebani masyarakat luas, dari urusan dapur hingga biaya hidup sehari-hari yang kian merangkak naik.
Meski demikian, Ussy memilih untuk tidak menyalahkan pihak mana pun atas kondisi yang ada. Dengan bijak, ia menyatakan kepercayaannya penuh kepada pemerintah yang diyakininya tidak akan tinggal diam dan pasti akan terus berupaya keras mencari solusi terbaik. "Aku percaya kok pemerintah pasti akan berusaha lebih baik, tidak mungkin diam saja," tegasnya. Ia menambahkan, "Cuma mungkin masyarakat menginginkan hasil yang instan, harga-harga langsung turun dengan cepat."
Mengakhiri perbincangannya, Ussy Sulistiawaty menyerukan ajakan persatuan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang bagi pemerintah untuk berproses dan berbenah. "Biarkan saja pemerintah berproses, berbenah. Kita sebagai masyarakat jangan sampai terpecah belah, tetaplah kompak dan bersatu," pungkasnya, memberikan pesan harapan di tengah ketidakpastian ekonomi, seperti dilansir oleh deteksinews.co.id.






