Celina

Celina

Prahara Dokter Selebriti: Doktif Bongkar Skandal Richard Lee!

Deteksi News – Jagat hiburan dan dunia medis kembali dihebohkan dengan perseteruan sengit antara dua nama besar, dr. Samira Farahnaz atau yang akrab disapa Doktif, dan dr. Richard Lee. Doktif, yang kini berstatus tersangka atas laporan pencemaran nama baik dari Richard Lee, tak gentar sedikit pun. Dengan nada tegas, ia justru menuding balik adanya dugaan "pengondisian" dalam proses hukum yang menjeratnya.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Betul, tersangka dengan Undang-Undang Pencemaran Nama Baik yang diduga dikondisikan oleh saudara DRL. Dan kalau memang Doktif merasa bersalah, Doktif nggak akan ada di sini ketemu sama kalian semua," ujarnya penuh keyakinan saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).

Kehadirannya di hadapan publik bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah deklarasi perang terbuka. Doktif mengaku siap membongkar seluruh kejanggalan proses hukum yang ia nilai tak transparan. "Karena Doktif akan senang hati membuka itu semua bagaimana proses yang diduga dikondisikan menjadikan Doktif sebagai tersangka di Polres Jakarta Selatan," tambahnya, menyoroti keyakinannya pada aparat penegak hukum yang ia harapkan bertindak profesional dan "tegak lurus." Terkait rencana pemeriksaan lanjutan pada 22 Januari mendatang, Doktif menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik, menunjukkan sikap kooperatif namun tetap waspada.

Namun, drama tak berhenti di situ. Doktif melontarkan tudingan yang jauh lebih serius, mengguncang fondasi kredibilitas Richard Lee. Ia menuding sang dokter selebriti melakukan penipuan fantastis di kliniknya. Bayangkan, produk "stem cell" yang dijual puluhan juta rupiah, menurut Doktif, hanyalah "secretome" biasa yang di pasaran hanya seharga Rp1.500.000!

"Dia melakukan penipuan di klinik dia, mengatakan dia menjual stem cell puluhan juta, belasan juta, padahal itu secretome yang biasa dijual di klinik hanya dengan harga Rp1.500.000, dia jual Rp15.000.000, puluhan juta. Itu bentuk penipuan dan kita akan buktikan di pengadilan," ungkapnya dengan nada geram, seolah mewakili kekecewaan banyak pasien yang mungkin merasa tertipu.

Tak hanya itu, Doktif juga menyentil pernyataan Deddy Corbuzier yang sebelumnya menyinggung dokter-dokter yang gemar memamerkan kekayaan dari penjualan produk online. Bagi Doktif, sindiran itu jelas mengarah pada Richard Lee dan bahkan menyeret nama dokter selebriti lainnya, dr. Gladys. "Bisa juga ke DRG (Dokter Gladys). Dua orang ini, makanya Doktif bilang raja dan ratu flexing dengan menggunakan profesi dokter," ujarnya, seolah membuka tabir di balik gemerlap dunia dokter yang kini banyak berseliweran di media sosial.

Lebih dalam lagi, Doktif mengaitkan tindakan "flexing" tersebut dengan dugaan kasus DNA Salmon yang pernah mencuat. Ia menyebut salah satu kasus berkaitan dengan produk Globi Skin Booster yang diduga merupakan hasil pelabelan ulang. "Itulah yang akhirnya dikenakan DRL dengan pasal Undang-Undang Kesehatan. Dan Doktif berharap pasal ini pun akan dikenakan ke DRG," tegasnya, menunjukkan bahwa ia tak hanya berbicara soal pencemaran nama baik, tetapi juga dugaan pelanggaran etika dan hukum yang lebih luas yang bisa merugikan masyarakat.

Meski kini ia dan Richard Lee sama-sama menyandang status tersangka, Doktif menyayangkan lambatnya penanganan laporan lain yang ia ajukan di Medan yang menurutnya hingga kini belum berjalan. "Semua ini pengkondisian karena apa yang Doktif sampaikan itu fakta," pungkasnya, menyiratkan bahwa perjuangannya untuk mengungkap kebenaran masih panjang dan penuh intrik di tengah sorotan publik.


Also Read

Tags

Tinggalkan komentar