Drama Keluarga Mpok Alpa: Putri Hilang, Ayah Pilu, Kini Ada Titik Terang!
Deteksi News – Kisah keluarga mendiang komedian Mpok Alpa kembali menjadi sorotan publik. Setelah sempat diliputi kekhawatiran mendalam akibat hilangnya kontak dengan putri sulungnya, Sherly, kini Aji Darmaji, suami almarhumah, akhirnya bisa bernapas lega. Kabar baik ini datang di tengah penundaan sidang penetapan ahli waris yang krusial di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, yang sebelumnya terganjal karena absennya Sherly.

Aji Darmaji, dengan raut wajah yang menunjukkan kelegaan luar biasa, mengungkapkan bahwa ia sempat dilanda kepanikan saat pesan singkatnya kepada Sherly tak kunjung terkirim. "Kemarin kan masih ceklis satu tuh, 2-3 hari masih ceklis satu," kenangnya saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Selasa (16/12/2025). Namun, kini secercah harapan muncul. "Sudah bisa, dia jawab, ‘Bi, aku baik-baik saja’ gitu ya kan. Sudah tenang ya, dia jawab saja sudah tenang," tutur Aji, matanya berkaca-kaca, menggambarkan betapa besar beban yang terangkat dari pundaknya.
Kepanikan Aji tak hanya berkutat pada Sherly. Ia juga harus menghadapi cobaan lain saat anak kembarnya jatuh sakit dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. "Adiknya masuk rumah sakit juga kan saya bingung kan gak ada orang perempuan kayak gitu kan," keluhnya, menggambarkan betapa beratnya peran ganda yang ia pikul. "Si kembar tuh 3 hari 4 malam dirawat kayak gitu. Pas saya lihat napasnya kok sedikit gitu setengah, langsung saya bawa lari ke rumah sakit." Di tengah badai itu, upaya pencarian Sherly pun tak membuahkan hasil, "Saya cari. Dari teman ke teman tuh, ‘Gak ada, Bi katanya gak ada’ kayak gitu."
Meski Sherly belum kembali ke rumah, Aji kini mengetahui putrinya berada di rumah seorang teman. Identitas teman tersebut masih menjadi misteri baginya, namun pesan singkat yang ia terima sudah cukup menenangkan hatinya. "Pokoknya yang jelas katanya, ‘Bi gak usah khawatir aku baik-baik aja’. Itu hati sudah besar kayak gitu," ujarnya, menunjukkan kematangan seorang ayah. Aji juga menegaskan bahwa tak ada konflik sebelumnya yang melatarbelakangi kepergian Sherly. "Hubungan saya sama si Kakak, sama anak tuh baik-baik semua. Kalau mau pamit paling kuliah, mau keluar pamit salim." Ia menduga, Sherly mungkin masih berproses menghadapi duka mendalam atas kepergian sang ibu, "Kan anak perempuan lebih dekat ke Ibu."
Hingga kini, komunikasi antara Aji dan Sherly masih terbatas, ditandai dengan ‘ceklis satu’ pada pesan singkat. Kondisi ini juga berdampak pada proses hukum penetapan ahli waris mendiang Mpok Alpa yang terpaksa ditunda. Aji menjelaskan, kehadiran Sherly sangat dibutuhkan untuk keperluan administrasi, bukan untuk pembagian harta. "Sidang ini bukan kita bagi waris, bukan! Ada administrasi yang harus kita selesaiin kayak gitu. Jadi kita, bukannya kita mau bagi waris atau cuan sih, gak ada sedikitpun. Biar aman semuanya, aman sentosa. Anak-anak juga aman kayak gitu. Lebih banyak menyelesaikan administrasi saja untuk semasa hidupnya Almarhum kayak gitu," pungkas Aji, meluruskan spekulasi yang mungkin muncul.
Kini, harapan terbesar Aji adalah agar Sherly segera kembali ke pelukan keluarga dan segala urusan administrasi dapat terselesaikan dengan lancar, membawa kedamaian bagi seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan Mpok Alpa.






