Deteksinews.co.id – Dunia parenting atau pola asuh anak selalu menjadi tantangan besar bagi setiap orang tua, tidak terkecuali bagi aktor senior Sahrul Gunawan. Pria yang populer lewat perannya dalam sinetron Jin dan Jun ini mengaku sempat melakukan kesalahan dalam cara berkomunikasi dengan buah hatinya di masa lalu. Ia menyadari bahwa pendekatan yang kaku dan bersifat satu arah ternyata kurang efektif dalam menjangkau hati anak-anak yang kini mulai memasuki usia remaja.
Dalam sebuah kesempatan di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Sahrul berbagi pengalaman mengenai transformasi cara mendidiknya. Ia mengakui bahwa sebelum memahami esensi dari pola asuh yang tepat, ia cenderung lebih banyak memberikan instruksi tanpa memberikan ruang bagi anak untuk berpendapat. Namun, seiring bertambahnya usia anak-anaknya, Sahrul melakukan perubahan besar dalam gaya komunikasinya.

"Kalau dulu sebelum paham tentang parenting, aku mungkin sering komunikasi searah sama anak-anak," ujar Sahrul Gunawan dengan jujur. Ia kini berusaha mengubah perlakuan (treatment) agar anak-anaknya merasa nyaman untuk berbagi segala hal, mulai dari pengalaman di sekolah hingga dinamika pergaulan mereka sehari-hari.
Menurut Sahrul, kunci utama dalam menghadapi anak remaja adalah membangun fondasi kepercayaan. Ia tidak ingin hanya menjadi sosok otoriter yang memberikan perintah, melainkan ingin menjadi teman bicara yang dapat diandalkan. Dengan menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita, orang tua dapat memantau perkembangan mereka tanpa harus terlihat mengekang. "Yang paling penting adalah cara kita menanamkan kepercayaan kepada anak kita, dan mereka juga percaya untuk cerita sama kita. Intinya komunikasi," tambahnya.
Hasil dari perubahan pola asuh ini ternyata membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Sahrul menceritakan sebuah momen emosional ketika putrinya dengan jujur bercerita tentang seorang pria yang mencoba mendekatinya. Pria tersebut kabarnya memberikan perhatian lebih hingga berbagai pemberian materi kepada sang putri. Namun, alih-alih terbuai, sang putri justru memilih untuk menolak pendekatan tersebut secara tegas.
Hal yang membuat Sahrul merasa sangat lega dan bangga bukanlah sekadar penolakan itu, melainkan alasan di baliknya. Putrinya menyatakan bahwa ia belum ingin terjebak dalam urusan asmara karena ingin mencurahkan seluruh energinya untuk fokus pada pendidikan dan mengejar cita-cita.
"Pas dengar anakku nolak cowok dengan alasan pengin fokus belajar, aku bangga banget sih. Memang anakku enggak mau fokus ke pacaran, dia memang pengin kejar cita-citanya. Jadi, rasa kekhawatiranku langsung hilang," tutup Sahrul dengan nada penuh syukur. Cerita ini menjadi pengingat bagi banyak orang tua bahwa komunikasi yang terbuka dan penanaman nilai prioritas sejak dini adalah kunci utama dalam menjaga anak dari pengaruh pergaulan yang tidak diinginkan.






