Deteksinews.co.id – Kubu Ruben Onsu akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan dari pihak Sarwendah yang menyebut anak-anak mereka kini mulai merasa takut dan enggan untuk bertemu dengan sang ayah. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben Onsu menuntut bukti konkret terkait rekomendasi psikolog yang menjadi dasar klaim tersebut, seraya mempertanyakan objektivitas penilaian yang ada.
Minola Sebayang menegaskan bahwa jika memang ada penolakan dari anak-anak untuk bertemu Ruben, klaim tersebut harus diuji secara independen dan transparan. "Apabila penolakan itu benar adanya, tentu saja harus ada pembuktian yang kuat. Disebutkan ada psikolog yang menyatakan demikian, lantas siapa psikolognya dan mana bukti otentiknya?" ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026).

Lebih lanjut, Minola menyoroti kredibilitas dan independensi sosok psikolog yang digandeng oleh pihak Sarwendah. Menurutnya, penilaian terhadap kondisi psikis anak-anak seharusnya dilakukan oleh pihak ketiga yang benar-benar netral dan tidak memihak. "Psikolog yang disebutkan itu kan ditunjuk sendiri oleh mereka. Seharusnya, untuk mendapatkan penilaian yang objektif dan adil, ada psikolog independen yang turut dilibatkan dalam proses pemeriksaan," tambahnya, menekankan pentingnya imparsialitas dalam kasus yang melibatkan anak-anak.
Mendengar isu bahwa anak-anaknya merasa takut dan enggan bertemu, Minola Sebayang mengungkapkan bahwa Ruben Onsu tentu saja merasa sangat terpukul sebagai seorang ayah kandung. Namun, ia menilai perubahan sikap anak-anak tersebut kemungkinan besar merupakan dampak langsung dari doktrinasi atau pengaruh negatif dari orang-orang dewasa yang berada di lingkungan sekitar anak-anak.
"Bagaimana perasaan seorang ayah ketika mantan istrinya menyampaikan bahwa anak-anak mereka takut dan tidak mau bertemu? Jika sampai muncul kondisi psikologis semacam itu pada anak, maka kesalahan jelas berada pada peran dan sikap orang dewasa di lingkungan anak-anak tersebut," tegas Minola, mengindikasikan adanya intervensi yang tidak sehat.
Minola juga mengingatkan akan pentingnya peran orang dewasa di sekeliling anak untuk senantiasa menanamkan rasa hormat dan gambaran positif terhadap kedua orang tua kandung, terlepas dari konflik yang terjadi di antara mereka. "Orang-orang di sekitar anak seharusnya terus memberikan gambaran yang positif mengenai figur sang ayah. Seorang anak wajib merasa bangga terhadap ayahnya, begitu pula terhadap ibunya," pungkasnya, menyerukan agar kepentingan terbaik anak menjadi prioritas utama.
Perkara gugatan hak asuh anak ini sendiri masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak Ruben Onsu memilih untuk tetap fokus menghadapi tahapan persidangan yang dalam waktu dekat akan memasuki agenda pembuktian serta mendengarkan keterangan saksi-saksi. Mereka optimis bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses hukum yang berlaku.






