Deteksinews.co.id – Penyanyi cilik berbakat, Prince Poetiray, sukses menyita perhatian publik usai penampilannya yang memukau dalam upacara penutupan partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Acara bergengsi tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, semalam, dan Prince berhasil menyuguhkan aksi panggung yang tak terlupakan.
Mengungkapkan perasaannya saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026), Prince Poetiray tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Rasanya luar biasa seru, dan tentu saja, ada kebanggaan besar pada diri sendiri," ujarnya. Ia menambahkan, "Ternyata impian saya untuk bernyanyi di GBK terwujud, dan ini bukan sekadar tampil di GBK, melainkan bernyanyi dalam acara resmi FIFA di stadion kebanggaan itu." Bagi Prince, kesempatan emas ini bukan hanya sekadar tampil, melainkan sebuah momen bersejarah yang akan selalu ia kenang dalam perjalanan kariernya di industri musik Tanah Air.

Namun, di balik penampilannya yang memukau, pemeran Don dalam film Jumbo itu tidak menampik bahwa rasa gugup melanda dirinya dengan hebat sebelum melangkah ke panggung megah tersebut. Jumlah penonton yang memadati tribun SUGBK, yang diperkirakan mencapai lebih dari 70.000 orang, menjadi faktor utama yang membuat tangannya terasa dingin dan bergetar hebat. "Tentu saja sangat deg-degan," aku Prince. "Ditonton oleh lebih dari 70.000 orang, itu sungguh membuat jantung berdebar kencang. Tangan saya sampai gemetar dan terasa sangat dingin," kenangnya. Ia menambahkan bahwa tekanan itu muncul karena keinginannya yang kuat untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia dan juga FIFA, agar penampilannya bisa berkesan dan membanggakan.
Untuk meredakan kecemasan yang mendera sesaat sebelum unjuk kebolehan, Prince memilih untuk memanjatkan doa. Selain itu, ia juga menerapkan teknik pengaturan ritme pernapasan, menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, sesuai dengan wejangan yang selalu diberikan oleh kedua orang tuanya. "Saya mengurangi rasa gugup dengan berdoa. Meskipun ketegangan tetap ada, saya terus mencoba menarik dan membuang napas, lalu mengingat pesan papa dan mama. Intinya, tetap santai," jelasnya, menunjukkan kematangan mentalnya di usia muda.
Ketegangan dan kerja keras yang ia curahkan akhirnya terbayar lunas. Setelah penampilannya selesai, Prince Poetiray menuai apresiasi positif, baik dari keluarga terdekat maupun dari warganet yang membanjiri media sosial dengan pujian. "Saya merasa sangat puas. Mama dan papa bilang, ‘Kamu keren banget,’ dan saya juga melihat banyak komentar positif di media sosial. Ya, lumayan bangga lah sama diri sendiri," pungkasnya dengan senyum lebar.
Aksi panggung memukau Prince Poetiray di malam final tersebut kian melengkapi kemeriahan dan euforia yang menyelimuti SUGBK. Malam itu memang menjadi malam bersejarah bagi skuad Garuda, Tim Nasional Indonesia, yang sukses merebut trofi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dalam pertandingan yang sengit. Penampilan Prince menjadi salah satu puncak hiburan yang turut menyemarakkan perayaan kemenangan gemilang tersebut, meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan pasang mata yang hadir.






