deteksinews.co.id – Artis kondang Diah Permatasari baru saja mengukir sejarah manis di Negeri Paman Sam. Perhelatan akbar bertajuk "Panggung Gembira" yang digagasnya di Los Angeles Amerika Serikat sukses besar, bahkan membuat warga lokal terkesima dan memborong habis produk-produk unggulan Indonesia. Sebuah pencapaian gemilang yang melebihi ekspektasi sang bintang.
Diah, yang untuk pertama kalinya mengemban amanah sebagai Direktur Proyek, mengungkapkan bahwa acara ini terselenggara pada 12 September lalu berkat kolaborasi apik dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles. Bukan sekadar bazar biasa, "Panggung Gembira" menjelma menjadi festival budaya dan ekonomi yang memadukan pameran fesyen, pertunjukan seni, hingga festival kuliner khas Nusantara. Ajang ini juga menjadi magnet bagi diaspora Indonesia untuk berkumpul dan merayakan kekayaan tanah air.

Berbagai atraksi memukau disuguhkan, mulai dari tarian tradisional yang anggun, demonstrasi pencak silat yang energik, hingga panggung hiburan yang meriah. Sementara itu, area pameran produk menghadirkan aneka wastra nusantara dan kreasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memesona.
Antusiasme pengunjung dilaporkan sangat luar biasa. Acara yang semula dijadwalkan berakhir lebih awal justru harus diperpanjang karena masyarakat terus berdatangan dan menikmati setiap rangkaian kegiatan. "Alhamdulillah, acaranya pecah banget. Sambutan masyarakat luar biasa. Kami sempat kewalahan karena orang-orang terus berdatangan sampai malam," ujar Diah, menggambarkan suasana yang tak terduga.
Dalam kesempatan itu, Diah Permatasari memboyong berbagai produk andalan, seperti kebaya, kain tenun, tas berbahan tenun, dan beragam produk UMKM lainnya. Meskipun hanya sekitar sepuluh pelaku usaha yang bisa berpartisipasi karena tantangan akses dan perizinan perjalanan ke Amerika, semua produk ludes terjual.
Yang lebih mengejutkan, bukan hanya diaspora Indonesia, warga Amerika sendiri pun menunjukkan minat tinggi. Mereka tak hanya sekadar melihat-lihat, tetapi juga turut membeli dan menikmati hiburan yang disajikan. Diah mengaku terkejut melihat respons positif tersebut. "Kami sampai tak menyangka. Mereka berbondong-bondong datang dan masih mencari barang-barang kami. Dari situ saya merasakan bahwa mereka memang jatuh hati pada produk Indonesia, baik wastra maupun UMKM," tuturnya. Baginya, ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan pembuktian bahwa wastra Indonesia punya daya tarik global dan diterima luas di mancanegara.
Kesuksesan di Amerika Serikat ini memicu semangat Diah untuk tidak berhenti. Ia kini tengah mempersiapkan rencana ekspansi untuk membawa konsep serupa ke negara-negara lain. Target awalnya adalah kawasan Asia sebelum akhir tahun, meskipun ia tetap akan mempertimbangkan situasi dan kondisi, mengingat penyelenggaraan acara sebesar ini membutuhkan dukungan banyak pihak.






