Video Sarwendah Kuras Brankas Ternyata AI

Celina

Celina

Video Sarwendah Kuras Brankas Ternyata AI

deteksinews.co.id – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah klip video yang menampilkan Sarwendah seolah-olah tengah mengambil sejumlah besar uang dari brankas milik Ruben Onsu. Tayangan yang dengan cepat menyebar luas ini langsung memicu beragam spekulasi. Namun, perwakilan hukum Sarwendah segera angkat bicara, menegaskan bahwa rekaman visual tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI, bukan peristiwa nyata.

Pihak pengacara telah berdialog langsung dengan Sarwendah mengenai insiden yang terekam dalam video tersebut. Mereka memastikan bahwa adegan penarikan dana fantastis senilai miliaran rupiah itu sama sekali tidak pernah terjadi dalam kenyataan. "Berdasarkan konfirmasi kami kepada klien, hal tersebut tidak benar dan merupakan video buatan AI," ungkap Mark Adrianus Ambarita di kawasan SCBD Jakarta Selatan.

Video Sarwendah Kuras Brankas Ternyata AI
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Chris Sam Siwu, pengacara Sarwendah lainnya, menambahkan bahwa tayangan tersebut merupakan tuduhan tak berdasar yang sengaja diciptakan untuk menjatuhkan nama baik kliennya. Ia juga mengungkapkan bahwa akun media sosial yang pertama kali mengunggah materi menyesatkan itu telah menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf. "Saya pastikan video itu hoaks. Pengunggah awal sudah meminta maaf secara langsung di platform media sosialnya," jelas Chris Sam Siwu.

Perwakilan hukum Sarwendah turut mengimbau masyarakat dan para pengguna media sosial agar tidak lagi memperkeruh suasana dengan menyebarkan ulang konten palsu tersebut. "Kami berharap publik tidak lagi menyebarkan informasi yang sudah jelas-jelas merupakan hoaks," tegas Chris Sam Siwu.

Mengenai langkah hukum lanjutan terhadap pembuat video, tim pengacara menyatakan telah menyarankan untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Kendati demikian, keputusan akhir berada di tangan Sarwendah, yang saat ini masih menimbang niat baik dari oknum pelaku. "Kami sudah merekomendasikan untuk membuat laporan polisi, tetapi klien kami bukan tipe orang yang mudah melaporkan. Nanti akan kami pastikan lagi," kata Abraham Simon.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar