deteksinews.co.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga Lady Nayoan atas berpulangnya sang bunda tercinta Rima Sania Pontoh. Tak hanya Lady, Rendy Kjaernett sang menantu juga turut merasakan kehilangan yang teramat sangat. Ia mengenang sosok ibu mertuanya sebagai wanita luar biasa yang penuh ketabahan, yang gigih melawan penyakit tanpa pernah mengeluh.
Rima diketahui telah bergulat dengan vonis kanker ginjal selama kurang lebih tiga tahun. Meski harus menjalani serangkaian terapi intensif seperti kemoterapi dan radiasi, mendiang jarang sekali memperlihatkan keluh kesahnya di hadapan keluarga. Rendy bahkan mengaku seringkali terlupa bahwa ibu mertuanya sedang mengidap penyakit serius, sebab Rima selalu berusaha tampil tegar demi orang-orang terkasihnya.

"Mama adalah pribadi yang istimewa. Bagiku, Mama selalu bisa menunjukkan kekuatan, bahkan saat kami menghadapi masalah, ia tidak pernah memperlihatkan bahwa ia ikut bersedih," tutur Rendy Kjaernett di rumah duka Adian Nasonang Raya Bekasi Selasa lalu.
Sejak vonis kanker ginjal pada 2023, berbagai upaya pengobatan telah ditempuh. Kondisi Rima sempat membaik, namun sayangnya penyakit itu kembali kambuh. "Ketika kami tahu Mama sakit di tahun 2023, kami tidak menyangka. Mama tidak pernah mengeluh, padahal sudah melalui proses tiga tahun kemo dan radiasi, sempat sembuh lalu kambuh lagi," imbuh Rendy.
Rendy kemudian menceritakan perbincangan pamungkasnya dengan Rima sebelum ibu mertuanya dirawat di rumah sakit. Ia mengungkapkan, hubungannya dengan Rima semakin akrab belakangan ini. Rima sangat merestui langkah Rendy yang kini mendalami panggilan spiritual dan menempuh pendidikan teologi hingga menjadi pelayan rohani. Setiap kali bertemu, Rima selalu meminta Rendy memanjatkan doa untuk kesembuhannya.
"Sebelum masuk rumah sakit, aku sangat intens menghabiskan waktu berdua dengannya. Mama tahu aku aktif di pelayanan dan sekolah teologi, dia senang sekali. Mama bilang, ‘Mama senang Rendy jadi pendeta, doakan Mama ya’," kenang Rendy. "Setiap aku datang atau mau pulang, Mama pasti memegang tanganku dan berkata, ‘Doakan Mama ya biar Mama tidak sakit dan sembuh’. Beliau adalah pendorong utama bagiku, setelah Lady, untuk terus melayani," sambungnya.
Salah satu kenangan tak terlupakan bagi Rendy adalah saat ulang tahunnya belum lama ini. Kala itu, Rima memberikan hadiah tak terduga yang membuatnya terharu. Rendy mengaku awalnya tidak berharap kejutan, namun Rima justru datang ke kamarnya di malam hari untuk memberikan surprise.
"Momen paling membekas adalah saat ulang tahunku kemarin. Mama memberiku kejutan. Aku pikir ya sudahlah Mama datang saja, mau menginap ya menginap saja tidak usah repot-repot kasih surprise," ujar Rendy. "Tapi Mama tiba-tiba di malam hari, aku kira sudah tidur, dia mengetuk kamar dan memberikan kejutan. Lalu Mama berkata, ‘Doakan Mama ya biar sembuh kalau didoakan hamba Tuhan’. Itu yang sangat berkesan bagiku," lanjutnya.
Sementara itu, Lady Nayoan mengenang ibunya sebagai sosok yang selalu menanamkan nilai ketabahan dan iman teguh kepada Tuhan. Menurut Lady, kekuatan yang selama ini ia miliki tidak terlepas dari bimbingan sang ibu. Rima juga dikenal sebagai sosok yang rajin berdoa, tak henti mengingatkan anak-anaknya untuk mengandalkan Ilahi dalam menghadapi berbagai persoalan.
Rima Sania Pontoh berpulang ke rahmatullah pada Senin 24 Agustus 2026 pukul 19.23 WIB. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 54 tahun 11 bulan setelah berjuang melawan kanker ginjal selama tiga tahun terakhir.






