deteksinews.co.id – Aktor Christian Sugiono dan sang istri Titi Kamal kini menyambut babak baru dalam perjalanan tumbuh kembang buah hati mereka. Anak sulung pasangan ini Arjuna Zayan Sugiono atau akrab disapa Juna kini menapaki jenjang sekolah menengah pertama di Labschool. Memasuki usia remaja Juna mulai menghadapi berbagai transformasi yang menjadi bagian dari masa pubertas.
Namun Christian Sugiono justru tak sedikit pun diliputi rasa cemas melihat perubahan tersebut. Sebagai seorang ayah ia mengaku sangat tenang karena memahami bahwa masa puber merupakan proses alamiah dalam perkembangan anak laki-laki. Saat dijumpai awak media di bilangan Thamrin Jakarta Pusat Tian mengungkapkan Juna yang paling besar baru masuk kelas satu SMP sementara adiknya Kai naik kelas tiga SD.

Pria yang akrab disapa Tian itu mengatakan dirinya sudah melihat berbagai perubahan pada Juna termasuk pergeseran fisik dan nada suara. Menurutnya kondisi tersebut merupakan tahapan yang juga pernah ia lalui ketika tumbuh dewasa. Ia menegaskan tidak ada kekhawatiran karena sebagai sesama laki-laki ia memahami betul bagaimana anak laki-laki tumbuh besar terutama di masa puber seperti pecah suara dan lain sebagainya.
Christian merasa memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai fase ini karena pengalamannya sebagai seorang pria. Ia tak menganggap pubertas sebagai hal yang perlu dicemaskan selama anak dibekali pengertian yang akurat. Menariknya menurut Tian edukasi seputar pubertas kini jauh lebih transparan dibandingkan zamannya dulu. Juna bahkan sudah mendapatkan pendidikan mengenai perubahan yang terjadi pada tubuh dan emosinya melalui sekolah.
Tian menjelaskan bahwa di sekolah lama Juna sudah ada semacam lokakarya pubertas. Ia membandingkan generasi muda sekarang yang berbeda dengan zamannya. Dulu ia dan teman-temannya memperoleh informasi pubertas dari pergaulan teman sebaya namun generasi sekarang sudah mendapatkan pendidikan langsung dari institusi sekolah. Hal ini menurutnya sangat bagus.
Adanya edukasi seperti itu amat meringankan tugas orang tua. Anak tidak hanya mengandalkan informasi dari teman sebaya atau lingkungan namun juga mendapatkan penjelasan yang lebih terstruktur. Hal tersebut juga membuat Christian dan Titi lebih mudah mendampingi Juna melangkah di masa remajanya. Mereka tak perlu lagi memulai penjelasan dari nol karena sang anak sudah memiliki gambaran awal mengenai perubahan yang sedang dialaminya.
Christian menyimpulkan bahwa separuh tugas mereka sebagai orang tua sudah terbantu oleh pihak sekolah. Ini sangat membantu karena anak sudah memiliki konteks mengenai makna pubertas sehingga orang tua tidak lagi kebingungan dalam memberikan penjelasan.






