deteksinews.co.id – Kanal YouTube Denny Sumargo belakangan menjadi sorotan tajam. Setelah menghadirkan Sarwendah dan perwakilan Ruben Onsu secara bergantian, presenter kondang itu kini dihujani kritik pedas. Banyak warganet menudingnya tidak objektif dalam mengulas konflik rumah tangga selebritas tersebut.
Sosok yang akrab disapa Densu itu mengakui dirinya membaca berbagai komentar miring. Ia menyadari adanya ketidakpuasan dari kedua kubu penggemar. Menurutnya, para pendukung masing-masing pihak memiliki penilaian yang bertolak belakang mengenai sikapnya selama proses wawancara berlangsung.

"Gue membaca dua sisi. Jadi sisi yang A, sisi dari pihak RO (Ruben Onsu) fans-nya bilang kalau gua memihak pada Sarwendah karena pertanyaan gue kurang. Nah, yang Sarwendah fans-nya malah bilang gua berpihak pada RO karena gue terlalu mengiyakan pengacaranya," ungkap Denny Sumargo saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Menanggapi tuduhan tersebut, suami Olivia Allan ini memilih bersikap santai. Baginya, pro dan kontra adalah risiko yang melekat saat sebuah platform media mengangkat isu yang sedang hangat di masyarakat. "Jadi dua-duanya berkeberatan sih sebenarnya. Jadi menurut gue ya itu wajarlah, itu pasti akan ada pro-kontra di situ, it’s okay," tuturnya.
Ia kemudian menjelaskan alasan di balik keputusannya mengundang kedua belah pihak dalam konten podcast miliknya. Penting baginya untuk menyajikan informasi yang berimbang, agar publik tidak terjebak dalam narasi sepihak yang justru bisa memicu kesalahpahaman. "Awalnya kan dari Sarwendah, kemudian gak mungkinlah kita gak undang dari pihak RO karena ini kan podcast sebagai media kan karena kalau satu sisi kan pesannya nggak cover both side, nggak bagus gitu," tegasnya.
Meski Ruben Onsu tidak bisa hadir langsung dan diwakili oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Densu tetap merasa perlu menayangkan sudut pandang tersebut. Hal ini dilakukan demi memenuhi hak jawab semua pihak yang terlibat. Aktor berusia 44 tahun itu juga mengaku sempat khawatir kontennya justru memperkeruh suasana. "Ada satu ketakutan yang mana saya takutnya nanti malah jadi pada blunder. Ya pada blunder, jadi tambah kacau," pungkasnya.






