deteksinews.co.id – Insiden mengerikan yang nyaris merenggut nyawa putra bungsunya Muhammad Bambang Arr Ray Bach saat berlibur di Bali masih membayangi musisi Bebi Romeo. Peristiwa terseret ombak itu meninggalkan luka mendalam dan mengubah banyak kebiasaan sang ayah termasuk keengganan untuk tidur terpisah dari Bambang. Trauma yang mendera Bebi begitu kuat hingga ia tak lagi nyaman berjauhan dengan putranya di malam hari.
Meisya Siregar istri Bebi mengungkapkan betapa suaminya dihantui rasa bersalah yang tak berkesudahan. Bebi merasa dirinya gagal sebagai seorang ayah karena tidak berada di sisi Bambang saat kejadian nahas itu berlangsung. "Malam itu perasaannya campur aduk banget. Papanya jadi tidak mau tidur terpisah dari Bambang padahal biasanya kami punya kamar sendiri-sendiri" cerita Meisya di salah satu studio televisi di Jakarta.

Rasa penyesalan Bebi terus-menerus terucap. Ia berulang kali meminta maaf kepada Bambang. "Bang maafkan Papa Harusnya Papa yang ada di sana Harusnya Papa yang menarik Bambang bukan orang lain Harusnya Papa tidak meninggalkan Bambang di pantai" tutur Meisya menirukan ucapan suaminya yang terus menghantui hingga kini. Bebi merasa seharusnya dialah yang menjadi penyelamat bagi buah hatinya bukan orang lain.
Dampak emosional ini bahkan merambah aktivitas Bebi di dunia maya. Pelantun tembang Bunga Terakhir itu belum sanggup menyaksikan rekaman video insiden Bambang. "Dia bilang nanti dulu ya aku masih belum kuat melihatnya Aku masih merasa jadi bapak yang gagal bapak yang bodoh" ungkap Meisya. Bebi benar-benar menyalahkan dirinya sendiri bahkan menolak kolaborasi dengan Meisya karena belum bisa memaafkan diri.
Melihat kondisi suaminya Meisya memilih memberikan ruang dan waktu bagi Bebi untuk memulihkan diri. Ia memahami bahwa setiap individu memiliki proses penyembuhan trauma yang berbeda-beda. "Aku tidak mau memaksakan atau melawan karena ini masih masa penyembuhan Setiap orang punya cara sendiri untuk menyembuhkan luka" jelas Meisya. Baginya tidak mudah meminta Bebi untuk sekadar menerima dan ikhlas sebab sebagai kepala keluarga dan seorang ayah Bebi merasa bertanggung jawab penuh atas keselamatan anaknya.






