Istri Temon Ungkap Detik Dramatis Sebelum Wafat

Celina

Celina

deteksinews.co.id – Kabar duka menyelimuti jagat hiburan tanah air. Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang akrab disapa Temon telah berpulang pada Minggu pagi 12 Juli 2026 setelah mengalami henti jantung mendadak. Kepergian sosok humoris ini meninggalkan pilu mendalam bagi keluarga terutama sang istri Mae yang kini berbagi kisah haru momen-momen terakhir sebelum suaminya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Mae menuturkan bahwa suaminya dikenal sebagai pribadi yang jarang sekali mengeluh perihal kondisi fisiknya. Oleh karena itu saat Temon mulai merasakan sakit pada Minggu pagi ia segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres. "Dia itu enggak pernah ngeluh jadi kalau dia sampai bilang sakit itu artinya sudah tidak tertahankan lagi. Saya langsung ajak dia ke rumah sakit" kenang Mae dengan suara bergetar saat ditemui di Gedung Serba Guna GPIB Effatha Melawai Jakarta Selatan.

Istri Temon Ungkap Detik Dramatis Sebelum Wafat
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setibanya di fasilitas kesehatan Temon langsung mendapat penanganan cepat dari tim medis. Mae bersama anak sulungnya mendampingi Temon yang segera menjalani pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram EKG. Hasilnya sungguh mengejutkan. Dokter mengonfirmasi adanya sumbatan serius pada jantung Temon yang menjadi pemicu serangan jantung.

Meski dalam kondisi kritis Temon masih sadar dan mampu berkomunikasi. Mae memohon agar dokter melakukan segala upaya untuk menyelamatkan suaminya. Serangkaian tindakan medis pun segera dilakukan meliputi pemberian obat pereda nyeri dua jenis obat lain pengambilan sampel darah untuk uji laboratorium serta rontgen.

Setelah pemeriksaan awal Temon kembali ke ruang IGD. Dokter memberinya obat yang diletakkan di bawah lidah untuk membantu kinerja jantung namun kondisinya tak kunjung membaik. Bahkan setelah dosis kedua diberikan Temon masih merasakan nyeri yang sama. "Dia masih sadar tapi sudah mulai mengantuk dan menguap-nguap. Perubahan positif yang diharapkan tidak terjadi" jelas Mae.

Momen paling dramatis terjadi tak lama kemudian. Mae menyaksikan suaminya menarik napas panjang dan setelah itu Temon tak lagi memberikan respons. Panik Mae segera memanggil dokter. Tim medis bergegas melakukan resusitasi jantung paru RJP dalam upaya keras menyelamatkan nyawa Temon. Mae diminta menunggu di luar.

"Saya tidak tahu ya tapi saat itu saya merasa dia sudah berpulang. Saya berteriak ‘Dok tolong suami saya kenapa ini?’" tutur Mae. Meskipun upaya RJP dilakukan cukup lama sayangnya tidak membuahkan hasil. Temon dinyatakan wafat pada pukul 08.37 WIB setelah serangkaian tindakan medis yang dimulai sekitar pukul 08.22 WIB.

Mae mengungkapkan bahwa Temon sebelumnya tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung. Satu-satunya masalah kesehatan yang diketahui adalah tekanan darah tinggi. "Makanya saya sangat terkejut saat dokter bilang ada serangan jantung. Saya tidak pernah menyangka" ujarnya.

Di tengah kesedihan yang mendalam Mae mengaku ada satu hal yang paling membuatnya terpukul. "Tidak ada kata-kata terakhir atau pesan apa pun. Itu yang membuat saya sangat sedih" pungkas Mae. Jenazah Temon saat ini disemayamkan di Gedung Serba Guna GPIB Effatha dan rencananya akan dimakamkan pada Senin 13 Juli 2026 di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar