deteksinews.co.id – Aktor kenamaan Krisjiana Baharudin baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan terkait perjuangannya sebagai seorang ayah. Suami dari penyanyi Siti Badriah ini, yang kini dikaruniai dua putri cantik, ternyata menyimpan kecemasan mendalam hingga harus mencari bantuan profesional dari psikiater.
Krisjiana mengungkapkan, ia tak pernah menyangka akan memiliki dua anak perempuan. Di balik kebahagiaannya, muncul kekhawatiran besar yang terus menghantuinya. "Aku takut anak aku pacaran nanti," ujarnya jujur, meski menyadari hal itu masih jauh di masa depan. Lebih dari itu, ia juga dihantui pertanyaan tentang kemampuannya untuk terus menafkahi dan melindungi anak-anaknya hingga kapan pun.

Kecemasan ini bukan sekadar pikiran sesaat. Pria yang baru saja merayakan ulang tahun ke-32 ini mengaku otaknya seolah tak pernah berhenti berisik, bahkan saat ia terlelap. Pikiran-pikiran negatif itu terus berputar selama setahun terakhir, membuatnya merasa tertekan secara mental. Kondisi ini begitu parah hingga ia memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa.
Menariknya, Krisjiana menegaskan bahwa tidak ada peristiwa buruk atau masalah pekerjaan yang memicu kondisi ini. Sebagai kepala rumah tangga, kariernya terbilang stabil. Namun, ia menduga kuat bahwa kecemasannya berakar pada trauma masa kecil. Krisjiana kecil mengaku tidak memiliki kedekatan yang erat dengan orang tuanya, bahkan nyaris tidak merasakan kehadiran sosok ibu maupun ayah secara penuh.
Trauma masa lalu itu kini menjelma menjadi ketakutan akan masa depan anak-anaknya. Ia sering terbayang apa yang akan terjadi pada istri dan putrinya jika suatu saat ia tiada. Pikiran-pikiran mengganggu ini bahkan menyebabkan gejala fisik seperti kehilangan memori jangka pendek dan kesulitan menemukan kata-kata saat berbicara.
Tak ingin anak-anaknya mengalami kepedihan yang sama, Krisjiana bertekad untuk memutus rantai trauma tersebut. Ia berupaya keras memberikan segala hal yang dulu tidak ia dapatkan dari orang tuanya, terutama kasih sayang dan waktu. Langkahnya menemui psikiater adalah bukti keseriusannya untuk sembuh dan menjadi ayah terbaik bagi kedua putrinya.






