Celina

Celina

Terkuak! Drama Rp 10 M Tantri Kotak: Sahabat Jadi Musuh?

Deteksi News – Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan kisah pilu yang menimpa salah satu vokalis rock paling disegani di Tanah Air, Tantri Syalindri dari grup band Kotak. Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Tantri, yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan fantastis senilai lebih dari Rp 10 miliar. Ironisnya, pelaku yang dituding adalah Poppy Nupita, seorang teman dekat yang sudah ia kenal bertahun-tahun.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kekecewaan mendalam tak bisa disembunyikan Tantri. Bagaimana tidak, sosok yang ia percayai sebagai sahabat karib, bahkan sudah dikenalnya sejak putrinya masih duduk di bangku TK – di mana Poppy juga merupakan salah satu orang tua murid di sekolah anaknya – kini diduga tega mengkhianati kepercayaannya. "Ini kayak dalam bentuk satu investasi yang cukup lumayan besar, korbannya juga salah satunya saya," ujar Tantri, seperti dilansir dari Selebrita Heits, Kamis (25/6/2026). Ia menambahkan, berdasarkan informasi terbaru yang ia terima dari para korban lain, total kerugian yang dialami dirinya dan kolega lainnya diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, melebihi Rp 10 miliar.

Awalnya, tawaran kerja sama bisnis ini datang pada tahun 2025, berupa pembelian produk. Tantri sempat ragu, khawatir urusan uang akan merusak jalinan pertemanan yang sudah terjalin erat. Namun, karena rasa percaya yang begitu besar pada Poppy, ia pun luluh. Setahun pertama, semua berjalan mulus, seolah tak ada masalah. Namun, badai datang pada 19 Juni 2026. Setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosial Poppy Nupita mendadak tak bisa dihubungi, seolah ditelan bumi.

Situasi berubah panik. Tantri dan korban-korban lain yang juga terjerat dalam dugaan investasi ini mulai saling berkomunikasi, diliputi rasa cemas dan putus asa. Upaya pencarian pun dilakukan, bahkan hingga mendatangi rumah keluarga dan orang tua terduga pelaku, namun hasilnya nihil. Meski demikian, istri Arda Naff ini masih menyimpan secercah harapan. "Aku masih nunggu ya itikad baiknya karena basic-nya pertemanan aku juga maunya semua baik-baik saja," ungkap Tantri, yang masih ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, tanpa harus melibatkan jalur hukum dan kepolisian.

Namun, jika itikad baik tak kunjung datang, bukan tidak mungkin kasus dugaan penipuan ini akan berujung pada meja hijau. Tantri belum bisa merinci lebih jauh modus operandi terduga pelaku, khawatir salah bicara mengingat banyaknya pihak yang terlibat dan sensitivitas kasus ini. Kisah pilu Tantri Kotak ini menjadi pengingat pahit tentang batas tipis antara kepercayaan dan pengkhianatan, bahkan dalam lingkaran pertemanan terdekat sekalipun, yang kini menyisakan luka mendalam dan kerugian materiil yang tak sedikit.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar