Celina

Celina

Hati Ruben Onsu Membeku? Anak Jadi Kunci Rp200 Juta!

Deteksi News – Drama perceraian antara selebriti papan atas Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas, dengan sebuah pengakuan mengejutkan dari pihak Ruben. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terungkap bahwa kunci utama untuk membuka pintu perdamaian dan penyelesaian segala polemik harta gono-gini, termasuk nafkah fantastis Rp200 juta per bulan, ternyata terletak pada satu hal: akses penuh Ruben untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama buah hatinya. Seolah-olah, hati seorang ayah yang merindukan anaknya menjadi penentu segalanya dalam kisruh rumah tangga yang kini di ambang perpisahan.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Minola Sebayang, dalam wawancara virtual yang dilansir deteksinews.co.id pada Selasa (16/6/2026) malam, menegaskan bahwa segala saran, termasuk permintaan maaf dari Sarwendah seperti yang diusulkan mantan manajer, akan menjadi jauh lebih relevan jika diiringi dengan iktikad baik untuk membiarkan anak-anak berkumpul dengan sang ayah. "Kalau memang menurut penilaiannya memang harusnya S meminta maaf kepada Ruben dan kemudian artinya itu membiarkan anak-anak berkumpul bersama dengan ayahnya. Saya kira hal-hal yang lain akan mudah untuk dibicarakan," ungkap Minola, memberikan sinyal jelas bahwa prioritas Ruben adalah kebahagiaan anak-anak bersama dirinya, bukan sekadar formalitas.

Polemik mengenai nafkah sebesar Rp200 juta per bulan yang sempat menjadi sorotan publik pun, menurut Minola, berpotensi besar untuk dibahas ulang secara lebih transparan dan adil. Pihak Ruben menginginkan adanya perhitungan yang masuk akal dan kejelasan peruntukan dana tersebut. "Mengenai masalah penundaan uang nafkah juga mungkin akan mudah dibicarakan dan bagaimana cara menghitung uang nafkah yang fair. Jangan sampai seperti kemarin, banyak uang-uang yang tidak jelas peruntukannya kan begitu ya," tegas Minola, mengisyaratkan adanya keraguan di masa lalu yang kini ingin diluruskan. Jika urusan komunikasi dan pertemuan dengan anak berjalan lancar, maka detail finansial ini tak akan lagi menjadi batu sandungan yang berarti.

Tak hanya nafkah, pembagian harta gana-gini juga disebut bisa menemukan titik terang jika ketegangan mereda. Minola Sebayang menjelaskan, evaluasi aset-aset, terutama yang masih memiliki beban kewajiban atau utang, akan jauh lebih efektif jika komunikasi terkait anak sudah berjalan mulus. "Mengenai masalah harta gana-gini juga mungkin bisa dievaluasi lagi. Mana yang menjadi, yang sudah tidak dibebani kewajiban, dan mana masih yang dibebani kewajiban, bagaimana pengaturannya. Itu akan lebih mudahlah," jelasnya, menunjukkan fleksibilitas pihak Ruben asalkan satu syarat utama terpenuhi: kebersamaan dengan anak-anak.

Bagi presenter acara "Brownis" itu, hak asuh dan waktu berkualitas bersama anak-anak adalah "harga mati" yang menjadi fondasi dari semua kesepakatan lainnya. Pihak Ruben bahkan telah mengusulkan skema waktu yang jelas: "Ruben punya waktu dua hari atau tiga hari dalam satu minggu. Jadi ya nginepnya di rumah, sama Ruben tiga hari. Quality time, jalan, makan, jemput sekolah, antar sekolah, tiga hari. Setelah itu kembali lagi ke rumah mamanya. Kan nggak sulit kan gitu loh maksudnya," pungkas Minola. Sebuah harapan sederhana dari seorang ayah yang ingin tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan buah hatinya, dan dari sanalah semua negosiasi akan dimulai, membuka jalan menuju penyelesaian konflik secara kekeluargaan.


Also Read

Tags

Tinggalkan komentar