Celina

Celina

Anisa Rahma Buka-bukaan: Drama Sarwendah & Chibi!

Deteksi News – Gemuruh nama Sarwendah tak henti-hentinya menjadi sorotan publik belakangan ini, seiring dengan berbagai isu yang membelitnya. Di tengah riuhnya perbincangan, memori lama tentang hengkangnya Sarwendah dari grup vokal Cherrybelle pun kembali mencuat, memicu rasa penasaran banyak pihak. Kini, tirai misteri itu sedikit terkuak lewat pengakuan blak-blakan dari mantan rekan segrupnya, Anisa Rahma, yang akhirnya angkat bicara.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Anisa, dengan sorot mata teduh namun tegas, menepis segala spekulasi miring mengenai hubungannya dengan Sarwendah. "Aku dari dulu sama Wendah benar-benar nggak ada problem apa-apa," ujarnya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026). Ia mengakui, perselisihan kecil antar anggota adalah hal lumrah dalam sebuah grup, namun persahabatan mereka tak pernah goyah. Bahkan, baru-baru ini keduanya saling bertukar kabar, memberikan dukungan moral di tengah badai cobaan masing-masing. "Kemarin juga Wendah nge-chat, ‘Anisa gimana?’ terus aku juga, ‘Wendah, kamu juga gimana?’ Dia nanya aku kebakaran, aku juga nanya kondisi dia saat ini. Tapi kita saling nyemangatin aja," kisah Anisa, menirukan percakapan hangat mereka. "Semangat ya sayang," imbuhnya, menunjukkan kedekatan yang tak lekang oleh waktu.

Namun, ketika disinggung mengenai alasan di balik kepergian Sarwendah dari Cherrybelle, Anisa memilih untuk tidak terlalu banyak berspekulasi. Ia menegaskan bahwa keputusan krusial itu sepenuhnya berada di tangan manajemen. "Mungkin pada saat di Cherrybelle, bagi manajemen itu punya pertimbanganlah kenapa akhirnya sampai memutuskan untuk mengeluarkan Wendah. Tapi itu manajemen sih yang lebih punya hak," jelas Anisa, mengisyaratkan adanya dinamika internal yang tak bisa diintervensi oleh para personel.

Proses keluarnya Sarwendah, menurut Anisa, terjadi begitu cepat dan tanpa peringatan. "Cepat banget waktu itu. Iya, cepat banget," kenangnya. Para anggota Cherrybelle kala itu tidak dimintai persetujuan, melainkan hanya menerima pemberitahuan final dari pihak manajemen. "Kalau waktu itu nggak sih. Lebih bukan minta persetujuan, tapi lebih ke menyatakan," ungkap Anisa, menirukan gaya bicara manajemen yang dingin. "’Gini loh, kita sekarang punya keputusan seperti ini, kalian siap ya, nanti akan ada yang kita keluarin,’" sambungnya, menggambarkan momen pahit tersebut.

Sebagai anggota grup, Anisa dan rekan-rekan lainnya hanya bisa pasrah menerima keputusan yang telah digariskan. "Dan kita nggak bisa buat apa-apa. Kita kayak, ‘Oh gitu, berarti kurang personel dong.’ Lebih kayak gitu, pasrah aja. Karena semuanya manajemen yang atur sih," pungkasnya. Sebuah pengakuan yang jujur, menggambarkan betapa tipisnya garis antara impian dan realitas di balik gemerlap panggung hiburan, di mana kendali seringkali berada di tangan yang tak terduga.


Also Read

Tags

Tinggalkan komentar