Deteksi News – Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan kabar tak menyenangkan yang menimpa penyanyi dangdut kenamaan, Cita Rahayu, atau yang akrab disapa Cita Citata. Bukan soal asmara, melainkan sebuah insiden dugaan perbuatan tak menyenangkan di sebuah restoran mewah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang kini berujung pada laporan polisi. Cita dengan tegas melaporkan kejadian yang menimpa temannya, di mana seorang bayi tak berdosa dan ibunya menjadi korban peludahan brutal, bahkan stroller bayi pun dirusak dan dibawa kabur.
Insiden yang terjadi pada Februari 2025 ini baru dilaporkan pada Juli 2025, menunjukkan betapa panjangnya proses yang harus dilalui Cita dan korban untuk mencari keadilan. Cita Rahayu menceritakan, kala itu ia hanya sedang menikmati waktu luang bersama teman-temannya di restoran tersebut. Tanpa angin tanpa hujan, ia tiba-tiba dituding membuat gaduh dan diminta keluar oleh pihak restoran. "Saya gak tahu orangnya, saya gak kenal. Terus saya di situ juga lagi ngopi aja gitu. Tiba-tiba didatangi," ungkap Cita di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025), dengan nada kesal. Ia menekankan, sosok yang memicu keributan itu sama sekali bukan bagian dari rombongannya.

Puncak kekesalan Cita adalah ketika insiden tersebut berujung pada penyerangan fisik yang tak terduga. Temannya yang saat itu tengah menggendong bayi, diduga menjadi sasaran kemarahan pelaku. "Saya berharap pihak restoran membantu kami kan saat itu. Untuk maksudnya mengusir orang yang tidak kami kenal. Kami juga sudah menjelaskan ke pihak restoran, ini bukan teman kami," ujarnya, menyiratkan kekecewaan atas respons pihak restoran yang dinilai kurang sigap melindungi konsumen.
Yang lebih mencengangkan, rekaman CCTV yang telah dilihat langsung oleh kuasa hukum Cita, Sunan Kalijaga, pada 29 Desember 2025, memperlihatkan detik-detik mengerikan dari aksi pelaku. Pelaku secara terang-terangan meludahi bayi yang tak berdaya, lalu disusul meludahi ibunya. "Pertama meludahi si bayi duluan, lalu meludahi ibunya," kata Sunan, menggambarkan betapa biadabnya aksi tersebut. Tak hanya itu, rekaman CCTV juga menunjukkan pelaku merusak dan membawa kabur stroller bayi, yang hingga kini belum dikembalikan kepada pemiliknya.
Hingga kini, Cita menyebut belum ada itikad baik dari pihak pelaku untuk meminta maaf atau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Sunan Kalijaga juga menambahkan bahwa setelah laporan resmi dilayangkan ke pihak kepolisian, pelaku justru melancarkan ancaman-ancaman, baik kepada Cita maupun kepada korban lainnya. "Setelah kami laporkan resmi, tersangka ini melakukan ancaman-ancaman, baik ke Mbak Cita maupun ke korban lainnya," tegas Sunan, menunjukkan betapa beraninya pelaku dan betapa gentingnya situasi ini.
Mirisnya, pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi. "Sudah dua kali dipanggil tidak hadir. Dia siapa?" tanya Sunan dengan nada menantang, mendesak pihak berwajib untuk bertindak tegas. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga meminta perlindungan hukum dan mendesak Kapolres Metro Jakarta Selatan untuk segera melakukan penangkapan, penahanan, atau bahkan mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap pelaku yang dinilai tidak kooperatif.
Terkait peran restoran, Sunan memastikan bahwa pihak restoran akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini untuk memberikan keterangan yang diperlukan. "Iya pasti. Saya yakin dengan kinerja penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, makanya tersangka bisa ditetapkan," pungkasnya, berharap keadilan segera ditegakkan. Kasus ini menjadi sorotan, tidak hanya karena melibatkan figur publik, tetapi juga karena kekejaman yang menimpa seorang bayi tak berdosa, menuntut keadilan yang secepatnya dan menjadi pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan konsumen dan penegakan hukum.






