Deteksi News – Penyanyi legendaris Dewi Yull tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas pencapaian sang putra, Surya Sahetapy. Meski terlahir tuli, Surya berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita setinggi langit. Dewi Yull mengungkapkan rasa bangganya saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.
Dewi Yull menceritakan, Surya memiliki semangat belajar yang luar biasa. "Surya itu pekerja keras dan sebagai ibu saya hanya mendorong, mendoakan. Habis itu juga saya belajar bahasa isyarat, mensupport dia," ungkap Dewi Yull. Ia menambahkan, kesuksesan Surya tak lepas dari ridho Allah SWT. "Karena keyakinan kita pada pertolongan Tuhan itu akan selalu ada. Allah selalu akan menolong sepanjang kita mau ikhtiar," sambungnya.

Pelantun lagu "Jangan Ada Dusta Di Antara Kita" ini juga mengungkapkan bahwa perjuangan Surya dalam menempuh pendidikan tidaklah mudah. Surya harus bekerja tiga kali lebih keras dibandingkan teman-temannya yang bisa mendengar. "Surya itu belajarnya tiga kali lipat lebih keras daripada orang yang dengar," jelasnya.
Surya termotivasi oleh pencapaian akademik kakaknya, Rama Sahetapy, yang merupakan lulusan program Magister Kenotariatan Universitas Indonesia tahun 2018. "Jadi pas kakaknya itu, Rama, lulus UI 2018, Master Kenotariatan UI, Surya termotivasi bahwa dia juga ingin bisa jadi anak yang punya pendidikan akademis yang cukup baik," ungkap Dewi Yull.
Kerja keras Surya membuahkan hasil manis. Ia berhasil meraih gelar magister dari Rochester Institute of Technology di New York dengan jurusan Pendidikan Tuli dan Kesulitan Pendengaran (Secondary Education for Deaf and Hard of Hearing). "Alhamdulillah lima tahun kemudian Surya juga bisa lulus S2 dari Rochester," pungkas Dewi Yull dengan penuh rasa syukur. Kisah inspiratif Surya Sahetapy ini membuktikan bahwa dengan kemauan dan kerja keras, tidak ada yang mustahil untuk diraih.






