Deteksinews.co.id – Penampilan aktris Nita Gunawan kini tampak mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan ini bukan tanpa alasan, melainkan dampak dari keputusan medis besar yang baru saja ia jalani di Shanghai, China. Nita harus menempuh prosedur operasi rekonstruksi wajah demi mengeluarkan tumpukan filler dan sisa benang yang selama ini tertanam di wajahnya.
Keputusan berani ini diambil setelah Nita menyadari bahwa kebiasaan melakukan prosedur kecantikan instan, seperti tanam benang, justru menjadi bumerang bagi kesehatan wajahnya. Selama beberapa tahun terakhir, ia kerap melakukan prosedur tersebut, namun tanpa disadari, hal itu justru merusak jaringan alami di wajahnya.

Salah satu dampak yang paling mengganggu adalah munculnya benjolan pada area hidung. Kondisi ini sangat menghambat aktivitas profesionalnya, terutama saat harus tampil di depan kamera dalam proses syuting. Nita mengungkapkan bahwa benjolan tersebut muncul akibat kerusakan jaringan di dalam hidungnya yang sudah tidak bisa lagi menoleransi zat asing.
"Kemarin hidungku ada benjolan, karena jaringan di dalam hidungnya itu sudah rusak," ujar Nita saat memberikan keterangan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (26/10/2026).
Selain masalah benjolan, Nita juga mengeluhkan kondisi wajahnya yang sering membengkak secara mendadak. Fenomena ini biasanya terjadi saat kondisi fisiknya sedang menurun, seperti saat ia merasa tidak enak badan atau kelelahan. Menurutnya, pembengkakan tersebut dipicu oleh endapan filler yang menumpuk dan bereaksi terhadap daya tahan tubuhnya yang melemah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim medis di Shanghai harus melakukan tindakan ekstra dengan mengerok seluruh sisa benang yang tertanam di area hidungnya sekaligus melakukan perbaikan jaringan. Langkah ini dianggap perlu agar tidak ada lagi zat asing yang tertinggal dan memicu masalah di kemudian hari.
Proses pemulihan ini tentu tidak murah. Nita mengaku harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk menutupi biaya operasi dan perawatan di luar negeri tersebut. Ia bahkan harus menyisihkan uang dengan cara menabung terlebih dahulu demi bisa mendapatkan penanganan medis terbaik.
"Ada, sekitar segitu (ratusan juta rupiah) karena memang harus aku keluarkan dan itu pun aku mesti menabung juga," tambahnya.
Saat ini, Nita masih dalam masa pemulihan pasca-operasi. Ia memperkirakan butuh waktu hingga satu tahun agar wajahnya bisa kembali normal dan mencapai hasil maksimal dari prosedur rekonstruksi tersebut. Nita menegaskan bahwa langkah ini murni demi alasan kesehatan dan ia sangat menyesali kebiasaan masa lalunya yang terlalu sering melakukan prosedur kecantikan tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.
"Mau tidak mau demi kesehatan aku harus keluarkan. Murni karena memang kesalahan diriku sendiri yang sering tanam benang di hidung," pungkasnya.






