Deteksinews.co.id – Di balik citra tubuhnya yang tampak bugar dan kegemarannya melakukan aktivitas fisik yang intens, presenter ternama Denny Sumargo justru menyimpan kabar mengejutkan mengenai kondisi kesehatan aslinya. Pria yang akrab disapa Densu ini baru saja mendapatkan peringatan keras dari tim medis terkait risiko penyakit mematikan yang mengintai tubuhnya.
Kondisi ini mulai disadari oleh presenter berusia 43 tahun tersebut setelah ia merasakan penurunan stamina yang cukup drastis dalam beberapa waktu terakhir. Merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check up.

Saat ditemui di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (25/10/2026), Denny Sumargo mengakui bahwa selama ini ia berusaha menutupi kondisi fisiknya yang sedang tidak stabil dari sorotan publik. Ia tidak ingin kegelisahan mengenai kesehatannya mengganggu aktivitas profesionalnya, meski sebenarnya ia merasa tubuhnya sedang tidak dalam kondisi prima.
Hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima Densu ternyata cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data medis tersebut, ditemukan adanya ketidakseimbangan kadar lemak dalam darah yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, fungsi organ-organ vital dalam tubuhnya pun dilaporkan mengalami penurunan kinerja yang signifikan.
"Saat pemeriksaan, kondisi darah saya ternyata tidak bagus. Kadar kolesterol dan lemak sangat tinggi. Selain itu, fungsi hati dan ginjal saya juga menunjukkan adanya penurunan," ungkap Denny Sumargo dengan nada serius.
Kondisi ini diperparah dengan keluhan sakit kepala yang dialaminya secara terus-menerus. Hal tersebut membuat dokter menyarankan agar ia menjalani prosedur Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada area kepala untuk memastikan tidak ada masalah serius pada sistem sarafnya.
Peringatan paling menakutkan datang langsung dari dokter yang menanganinya. Berdasarkan hasil "rapor merah" pada pemeriksaan darah dan kolesterolnya, Densu diperingatkan akan risiko serangan jantung mendadak serta potensi penyumbatan saraf di area kepala yang bisa memicu stroke.
Mendengar ancaman medis tersebut, Densu mengaku sempat terkejut. Namun, ia mencoba menyikapi temuan ini secara bijak. Ia menganggap hasil pemeriksaan tersebut sebagai sebuah "alarm" atau peringatan dari Tuhan agar ia lebih peduli terhadap kesehatan organ dalam, bukan hanya sekadar penampilan luar yang terlihat atletis.
"Kelihatannya memang sehat, tapi kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh. Untungnya saat dicek belum ada sumbatan, jadi ini adalah peringatan agar saya tidak terus-menerus mengabaikan kesehatan," tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, kini Denny Sumargo harus menjalani pola hidup baru yang lebih disiplin. Ia diwajibkan mengonsumsi obat-obatan secara rutin setiap pagi dan malam selama satu bulan penuh. Selain itu, ia harus memperbaiki pola istirahat dan secara ketat membatasi konsumsi makanan berminyak guna memulihkan fungsi organ tubuhnya. Setelah masa pengobatan ini, ia dijadwalkan akan kembali menjalani pemeriksaan ulang untuk memantau perkembangan kondisinya.






