Kebenaran di Balik Isu KDRT Anak Sarwendah Terkuak

Celina

Celina

Kebenaran di Balik Isu KDRT Anak Sarwendah Terkuak

Deteksinews.co.id – Di tengah pusaran persidangan perebutan hak asuh anak yang melibatkan selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sebuah isu sensitif dan serius mencuat ke permukaan: dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak. Namun, pihak Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya, dengan tegas membantah tudingan tersebut, menegaskan bahwa kondisi mental dan fisik anak-anak mereka dalam keadaan sehat serta terpantau dengan baik oleh para ahli.

Tudingan KDRT ini berawal dari beredarnya rekaman suara yang keaslian dan konteksnya dipertanyakan. Chris Sam Siwu, selaku kuasa hukum Sarwendah, menekankan bahwa dugaan kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak bisa serta-merta disimpulkan secara sepihak hanya dari rekaman yang tidak jelas asal-usulnya. Menurutnya, pembuktian yang sah dan akurat harus melalui pemeriksaan mendalam oleh tenaga ahli yang kompeten, khususnya psikolog anak.

Kebenaran di Balik Isu KDRT Anak Sarwendah Terkuak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Jika kita berbicara terkait dengan adanya dugaan kekerasan terhadap anak, pihak yang paling pantas dan memiliki kapasitas untuk berbicara adalah psikolog yang telah memeriksa anak secara langsung," ujar Chris Sam Siwu saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa seorang psikolog memiliki keahlian untuk menilai apakah ada luka, baik fisik maupun psikis, pada anak, serta memahami apakah anak menyadari suatu peristiwa sebagai kesalahan atau trauma. Penilaian ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa latar belakang keilmuan yang memadai.

Pihak Sarwendah juga menepis anggapan bahwa mantan personel grup Cherrybelle itu memiliki kebiasaan atau riwayat bertindak kasar kepada buah hatinya. Chris Sam Siwu dengan lugas menyatakan bahwa narasi yang beredar di publik tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya. "Dan saya pastikan, kalaupun memang ada insiden yang disalahartikan atau terjadi, itu sangat jarang, mungkin hanya terjadi satu kali dalam kurun waktu 11 tahun," tegasnya. Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa tidak ada pola perilaku kekerasan yang sistematis dari Sarwendah terhadap anak-anaknya.

Yang paling utama dan menjadi fokus pihak Sarwendah, lanjut Chris Sam Siwu, adalah kondisi psikologis anak-anak saat ini. "Yang terpenting kan psikologi anak saat ini tidak ada masalah. Mereka tumbuh dengan baik dan mendapatkan perhatian yang layak," tambahnya, menyoroti bahwa kesejahteraan mental anak adalah prioritas utama di tengah konflik orang tua.

Guna membantah tuduhan serius ini secara hukum dan memberikan bukti yang tak terbantahkan di hadapan majelis hakim, pihak Sarwendah telah menyiapkan amunisi kuat. Mereka akan menyerahkan hasil pemeriksaan psikologis terbaru yang dilakukan oleh para ahli terhadap anak-anak. Laporan ini diharapkan dapat menjadi bukti konkret yang menepis segala spekulasi dan tuduhan yang beredar.

"Sekalipun ada narasi yang mencoba menyudutkan, kami pastikan bahwa kami sudah punya hasil psikolog terbaru yang memang memeriksa terkait kondisi anak. Dan kami pastikan, tidak ada KDRT terhadap anak yang terjadi," ungkap Chris Sam Siwu dengan penuh keyakinan. Seluruh hasil pemeriksaan psikologis forensik ini nantinya akan diserahkan secara resmi ke hadapan majelis hakim pada agenda sidang pembuktian pihak tergugat yang dijadwalkan pada pekan mendatang.

Kasus ini menyoroti betapa sensitifnya isu kekerasan anak, terutama ketika melibatkan figur publik yang kehidupan pribadinya kerap menjadi sorotan. Pentingnya verifikasi oleh ahli dan proses hukum yang adil menjadi sorotan utama dalam menjaga hak dan kesejahteraan anak-anak di tengah pusaran konflik orang tua. Dengan bukti-bukti yang disiapkan, pihak Sarwendah berharap dapat membersihkan nama baiknya dan memastikan bahwa keputusan mengenai hak asuh anak didasarkan pada fakta yang akurat dan kondisi psikologis anak yang sebenarnya, bukan pada spekulasi atau rekaman yang tidak jelas.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar