Misteri Dede Sunandar KO Terkuak Bedu Ungkap Fakta

Celina

Celina

Misteri Dede Sunandar KO Terkuak Bedu Ungkap Fakta

Deteksinews.co.id – Insiden mengejutkan mewarnai ring tinju Kapolda Fighter Match di GOR Kota Jambi, Sabtu malam (3/10/2026), ketika komedian Dede Sunandar tak sadarkan diri usai menerima pukulan telak dari Vicky Prasetyo. Momen dramatis ini sontak menjadi sorotan publik dan memicu beragam pertanyaan, terutama terkait absennya pelindung kepala (head guard) yang seharusnya wajib dalam pertandingan tinju. Menjawab kontroversi yang mencuat, Bedu, rekan setim Dede dalam pertandingan tersebut, akhirnya angkat bicara dan mengungkap fakta di balik keputusan krusial itu.

Ditemui sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Bedu, yang memiliki nama lengkap Harabdu Tohar, memberikan penjelasan mendalam mengenai jalannya pertandingan dan alasan mengapa ia serta Dede memilih untuk tidak mengenakan pelindung kepala. Menurut Bedu, meskipun berlabel ekshibisi, pertarungan tersebut dijalani dengan keseriusan penuh, bukan sekadar gimik hiburan semata. "Pada saat pertandingan itu memang benar-benar kita bertanding untuk mencari siapa yang menang dan memberikan hiburan yang terbaik karena ini adalah pertandingan tinju, ya betul-betul kita bermain tinju, gitu kan," tegas Bedu, menggambarkan atmosfer kompetitif di atas ring.

Misteri Dede Sunandar KO Terkuak Bedu Ungkap Fakta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kontroversi mengenai penggunaan head guard menjadi inti penjelasan Bedu. Ia mengakui bahwa pihak panitia pertandingan sejatinya telah menyarankan agar semua peserta mengenakan pelindung kepala demi keselamatan. "Panitia di awal sebelum pertandingan juga sudah menyarankan pakai head guard, ya. Ada satu Dede, gitu kan. Saya juga ini termasuk pertandingan pertama saya, gitu kan, untuk turun di tinju ekshibisi gitu kan, walaupun apa ekshibisi, tapi kan kita gak pernah tahu ya nanti apa yang akan terjadi, gitu kan," jelas Bedu.

Namun, keputusan untuk tidak memakai head guard justru datang dari para petarung itu sendiri. Bedu menceritakan momen ketika ia dan Dede diminta untuk mengenakan pelindung kepala, sementara Vicky Prasetyo memilih untuk tidak memakainya. Hal ini memicu rasa "harga diri" bagi Bedu. "Ya udah, terus bilang, ‘Dede, pakai De, Dede aja pakai’. Vicky gak mau pakai, saya sama Dede disuruh pakai. Terus saya bilang kan, saya ya merasa rasa pantangannya apa ya, bukannya mau jagoan bukan, pas harga diri laki-laki, ya begitu tahu loh kok gua disuruh pakai head guard lo gak pakai head guard, ya udahlah gua buka aja deh," aku Bedu, menjelaskan alasannya melepas pelindung kepala.

Ternyata, keputusan Bedu diikuti oleh Dede Sunandar. Komedian yang dikenal dengan pembawaannya yang lugu itu juga menolak untuk mengenakan head guard. Bedu berkelakar, mungkin Dede merasa memiliki kekuatan super atau layaknya seorang pahlawan super. "Nah Dede juga gak mau pakai juga akhirnya. Dede minta buka juga. Dede ya karena merasa dia punya kekuatan super kali ya, superhero kali ya. Jadi dia gak mau pakai helm juga," ujar Bedu dengan nada bercanda, mencoba mencairkan suasana.

Pada akhirnya, pertarungan yang mengusung konsep dua lawan satu, di mana Bedu dan Dede berhadapan dengan Vicky Prasetyo, berlangsung tanpa pelindung kepala bagi ketiga petarung. Bedu mengakui bahwa di antara ketiganya, ia adalah yang paling besar secara fisik. Insiden pingsannya Dede Sunandar menjadi pengingat akan risiko yang selalu menyertai olahraga keras seperti tinju, bahkan dalam format ekshibisi sekalipun. Penjelasan Bedu ini setidaknya memberikan gambaran utuh mengenai keputusan di balik absennya head guard yang sempat menjadi tanda tanya besar di benak publik.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar