Deteksinews.co.id – Aktris muda Jennifer Coppen akhirnya angkat bicara mengenai polemik yang melibatkan dirinya dengan sejumlah warganet asal Malaysia. Konflik ini, yang sempat memanas di jagat maya, berawal dari sebuah komentar candaan yang dilontarkan Jennifer di platform TikTok, terkait dengan isu sepak bola. Namun, apa yang dimulai sebagai gurauan ringan, dengan cepat berubah menjadi badai hujatan, bahkan menyeret putri kecilnya, Kamari, yang tak berdosa.
Jennifer Coppen, yang ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu lalu, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi gelombang kritik dan hujatan dari netizen. Baginya, cacian yang ditujukan kepadanya secara pribadi sudah menjadi santapan sehari-hari yang tidak lagi ia ambil pusing. "Dihujat? Iya, dihujat. Tapi it’s okay, kayak aku udah biasa dihujat. Jadi aku udah bodo amatlah kalau misalkan aku dihujat," ujarnya dengan nada pasrah namun tegas.

Namun, batas toleransinya tercapai ketika hujatan tersebut mulai menyasar putrinya. Jennifer dengan keras meminta agar anak-anak tidak dilibatkan dalam perseteruan orang dewasa. "Tapi tolonglah nggak usah bawa-bawa anak kecil tuh ya. Kalau misalkan kalian orang dewasa, kenapa bisa kayak bawa anak kecil sih kalian? Nggak usah lebay banget ya," lanjutnya, menyuarakan kekesalan yang mendalam. Ia merasa heran bagaimana orang dewasa bisa tega menyerang seorang bayi yang sama sekali tidak tahu menahu tentang konflik yang terjadi.
Meski polemik ini telah berlangsung dan hujatan masih terus berdatangan, Jennifer menegaskan bahwa ia tidak pernah memiliki niat untuk menghina pihak mana pun melalui candaan yang ia buat. Ia menyadari bahwa suasana mungkin sedang sensitif atau "panas," namun ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. "Masih banyak banget. Padahal juga kalau misalkan dilihat aku nggak pernah menghina siapa pun atau pihak mana pun. Tapi ya I get it, mungkin lagi sensitif atau panas atau gimana. Tapi aku nggak ambil apa… ambil ke hati sih," jelasnya, menunjukkan sikap legawa.
Di tengah riuhnya drama media sosial ini, Jennifer juga membeberkan reaksi sang suami, Justin Hubner, yang akrab disapa Papa Jusa. Alih-alih terpuruk, Justin justru menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi. Menurut Jennifer, suaminya melihat hujatan ini sebagai pemicu semangat untuk tampil lebih baik dalam pertandingan yang akan datang pada 5 Oktober. "Papa Jusa malah menjadikan itu motivasi untuk menang tanggal 5. Dia malah semakin ingin membuktikan, semakin ingin menang, dan hopefully dia bisa menang," tutur Jennifer, mengindikasikan dukungan penuh dari pasangannya.
Mengenai hujatan yang menimpa anaknya, Jennifer sempat memiliki keinginan untuk membalas satu per satu komentar negatif tersebut, bahkan mempertimbangkan jalur hukum. Namun, ia memilih untuk tidak memperpanjang masalah dan menghindari konflik yang lebih besar. "Sebenarnya kalau aku sih pengen banget rasanya membalas semua satu per satu ya. Pengen rasanya mengkasusi satu per satu, tapi nanti penjara penuh ya, jadi mending jangan," katanya sambil tersenyenyum tipis, menunjukkan bahwa ia lebih memilih kedamaian.
Ia memutuskan untuk mengabaikan komentar-komentar negatif dan tidak membiarkan pikiran-pikiran buruk memengaruhinya. "Baiknya aku diemin dan cuekin, and that’s what I’m doing. Kayak aku nggak terlalu ngebiarin apa, negative people get into my mind. I don’t care what they say. Yeah, they can keep talking, but I don’t care," tegasnya, menunjukkan kemandirian mental.
Meski merasa tidak bermaksud menghina, Jennifer tetap menyampaikan permohonan maaf apabila perkataannya dianggap menyakiti hati sejumlah netizen Malaysia. "Minta maaf. Aku minta maaf kalau mungkin perkataan aku ada yang menyakiti hati mereka, tapi itu nggak pernah niat aku untuk menghujat atau menghina siapa pun," ucapnya.
Ia juga memilih untuk memaafkan orang-orang yang telah menghina anaknya, berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga. "Dan buat teman-teman yang udah menghina anak saya, it’s okay-lah saya maafkan ya. Semoga kalian bisa belajar untuk tidak seperti itu lagi," harap Jennifer. Ia juga menyoroti adanya komentar-komentar yang menghina perempuan dalam polemik tersebut. Jennifer meminta para netizen, khususnya kaum pria, untuk mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum melontarkan hujatan. "Karena aku lihat banyak juga yang menghina perempuan juga ya. Kalian bakal punya anak suatu saat nanti juga, apalagi cowok-cowok juga suka menghujat. Kalian nanti punya anak juga, jangan sampai kalian merasakan apa yang aku rasakan," tuturnya, menyerukan empati.
Jennifer menjelaskan bahwa polemik ini bermula dari hal yang sangat sederhana. Semua berawal ketika ia membalas salah satu komentar di TikTok dengan sebuah candaan bernada sindiran (sarcasm) terkait performa Timnas Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Dari situlah, situasi berkembang di luar kendali. "Awal mulanya cuman karena aku bercanda balas salah satu komentar di TikTok. Dari situlah terus terjadi tambah ke mana-mana. Oke semua, terima kasih!" pungkas Jennifer, berharap masalah ini bisa segera mereda.






