Deteksinews.co.id – Penyanyi muda Betrand Peto Putra Onsu, yang akrab disapa Onyo, baru-baru ini memenuhi panggilan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Metro Jaya. Kehadiran Onyo di markas kepolisian tersebut bukan sebagai terlapor, melainkan sebagai saksi kunci dalam dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan terjadi sekitar dua pekan lalu di salah satu kelab malam di Jakarta. Kasus ini mencuat ke publik dan menimbulkan berbagai spekulasi, terutama terkait dinamika di balik insiden tersebut.
Timoty Ezra Simanjuntak, kuasa hukum Betrand Peto, dengan tegas membantah adanya unsur penjebakan atau pihak yang dijebak dalam pusaran kasus ini. Pernyataan ini disampaikan Timoty di hadapan awak media usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan. "Jadi, saya mau luruskan ya. Tidak ada menjebak atau dijebak dalam kasus ini. Semua teman-teman Onyo itu baik-baik," ujar Timoty Ezra Simanjuntak, menekankan bahwa narasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya skenario tertentu tidaklah benar. Ia menambahkan, pihaknya merasa perlu untuk mengklarifikasi agar tidak terjadi misinformasi yang berkelanjutan.

Timoty menegaskan kembali bahwa isu penjebakan yang santer terdengar di berbagai platform media sosial dan perbincangan publik sama sekali tidak berdasar. "Kami ingin meluruskan, karena banyak statement ini jebakan atau dijebak. Tidak ada ya, itu sama sekali tidak ada," sambungnya, berharap pernyataannya dapat meredakan spekulasi liar yang berpotensi memperkeruh suasana dan merugikan nama baik kliennya serta pihak-pihak terkait. Klarifikasi ini menjadi penting untuk menjaga objektivitas penanganan kasus dan memastikan fokus pada fakta hukum yang sebenarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Betrand Peto sendiri turut menyampaikan harapannya agar permasalahan yang sedang dihadapinya dapat segera menemukan titik terang dan terselesaikan dengan baik. Ia memohon doa dari masyarakat agar proses hukum berjalan lancar dan ia bisa kembali beraktivitas dengan tenang dan nyaman seperti sedia kala. "Pokoknya doakan saja ya, mudah-mudahan semuanya cepat selesai dan berakhir dengan baik," tutur Onyo, menunjukkan keinginannya untuk segera melewati masa sulit ini dan kembali fokus pada karier musiknya. Dukungan moral dari publik tentu sangat berarti bagi penyanyi yang sedang menghadapi sorotan ini.
Pemeriksaan terhadap Betrand Peto sebagai saksi ini merupakan bagian dari tindak lanjut laporan yang diajukan oleh Bebby Hatami. Laporan tersebut menargetkan seorang perempuan berinisial DYP atas dugaan penganiayaan. Kasus ini tercatat dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA, yang mengindikasikan bahwa insiden dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 14 September 2026. Detail mengenai kronologi kejadian dan peran masing-masing pihak masih terus didalami oleh penyidik guna mengungkap kebenaran di balik laporan ini.
Menariknya, kasus ini ternyata memiliki benang merah dengan laporan-laporan lain yang sebelumnya juga masuk ke Polda Metro Jaya. Sebelum laporan Bebby Hatami terhadap DYP, telah ada dua laporan berbeda yang melibatkan nama Betrand Peto dan teman-temannya. Dua perempuan, ANW dan DYP, secara terpisah mengajukan laporan ke pihak berwajib. ANW melaporkan Betrand Peto atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual, sementara DYP melaporkan Bebby Hatami atas dugaan penganiayaan. Hal ini menunjukkan adanya serangkaian insiden yang saling terkait dan melibatkan beberapa pihak dari kelompok yang berbeda.
DYP, salah satu pihak yang terlibat, mengaku mengalami kekerasan fisik saat terjadi perselisihan antarkelompok di kelab malam tersebut. Pengakuan ini menambah kompleksitas kasus dan menjadi salah satu fokus penyelidikan. Pihak kepolisian kini tengah berupaya merangkai semua keterangan dan bukti-bukti yang ada untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam kejadian. Dengan adanya berbagai laporan dan klaim dari pihak-pihak yang berbeda, penyidik diharapkan dapat bekerja secara cermat dan transparan demi keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam insiden di kelab malam tersebut.






