Deteksinews.co.id – Penyanyi muda Betrand Peto Putra Onsu, yang akrab disapa Onyo, kembali menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam sebuah kasus dugaan penganiayaan. Peristiwa ini disebut-sebut masih memiliki benang merah dengan insiden perselisihan yang terjadi di sebuah kelab malam mewah di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Menghadapi serangkaian masalah hukum yang tak kunjung usai, putra angkat presenter Ruben Onsu ini mengaku menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai pelajaran berharga. Ia bahkan secara terbuka menyebut bahwa semua yang dialaminya kini merupakan sebuah "teguran dari Tuhan" agar lebih berhati-hati dalam melangkah ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Betrand Peto kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, semalam. Dengan raut wajah yang menunjukkan kelelahan namun tetap tegar, Onyo memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia. "Mungkin ini teguran dari Tuhan agar aku berhati-hati lagi ke depannya," ungkap Betrand. Ia berharap agar segala permasalahan yang membelitnya dapat segera menemukan titik terang dan terselesaikan dengan baik, sehingga dirinya bisa kembali fokus pada aktivitas dan kariernya seperti sedia kala. "Doain ya mudah-mudahan semuanya lancar dan berakhir baik," imbuhnya penuh harap.

Pemeriksaan yang dijalani Betrand Peto kali ini berkaitan dengan laporan yang diajukan oleh Bebby Hatami. Laporan tersebut menargetkan seorang perempuan berinisial DYP atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Kasus ini terdaftar dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA, dengan tanggal kejadian dugaan penganiayaan yang dilaporkan pada 14 September 2026. Kehadiran Onyo sebagai saksi menjadi krusial untuk mengungkap fakta-fakta di balik insiden yang diduga terjadi dalam perselisihan antarkelompok tersebut.
Sebelumnya, nama Betrand Peto juga sempat terseret dalam laporan hukum yang berbeda, menambah daftar panjang persoalan yang harus dihadapinya. Dua perempuan, masing-masing berinisial ANW dan DYP, secara terpisah telah melaporkan Betrand Peto dan temannya ke Polda Metro Jaya. ANW melaporkan Betrand atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual, sebuah tuduhan serius yang tentu saja mengejutkan banyak pihak. Sementara itu, DYP, yang kini menjadi terlapor dalam kasus Bebby Hatami, juga sempat melaporkan Bebby Hatami atas dugaan penganiayaan. DYP sendiri mengaku menjadi korban kekerasan fisik saat terjadi perselisihan antar kelompok yang menjadi akar dari berbagai laporan ini.
Rangkaian laporan dan pemeriksaan ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi hukum yang kini dihadapi Betrand Peto. Dari insiden di kelab malam SCBD yang menjadi pemicu, hingga dugaan kekerasan seksual dan penganiayaan yang saling terkait, Onyo kini berada di tengah pusaran konflik hukum yang berlapis. Publik menanti kejelasan dari pihak kepolisian terkait seluruh laporan yang telah masuk, berharap agar kebenaran dapat terungkap dan keadilan ditegakkan. Bagi Betrand, momen ini menjadi ujian mental dan spiritual, sekaligus kesempatan untuk introspeksi diri dan belajar dari setiap tantangan yang datang. Dukungan dari keluarga, penggemar, dan masyarakat diharapkan dapat memberinya kekuatan untuk melewati masa sulit ini.






