Artis multitalenta Maudy Ayunda akhirnya buka suara terkait kegaduhan konten mindfulness yang ia unggah beberapa waktu lalu. Melalui akun Instagram pribadinya, Maudy menyampaikan permohonan maaf terbuka usai menerima berbagai kritik dan masukan dari publik.
Pemain film Para Perasuk ini mengakui telah meluangkan waktu untuk mendengarkan dan merefleksikan kembali apa yang ia sampaikan. Maudy menyadari bahwa unggahannya telah menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di kalangan warganet. "Aku minta maaf," tulisnya tegas.

Ia mengakui adanya perspektif dan konteks yang belum cukup ia pertimbangkan, sehingga materi yang ia sampaikan terasa jauh dari realita serta pengalaman banyak orang. Maudy menegaskan bahwa ia masih perlu banyak belajar, lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap pandangan yang berbeda dari pengalamannya sendiri.
Maudy juga menyadari bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk keistimewaan yang ia miliki membawa tanggung jawab besar. Ia berjanji akan terus belajar dan berusaha lebih bijak dalam memanfaatkan ruang serta kapasitas yang ia punya. "Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya. Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya," pungkas Maudy.
Kontroversi ini bermula dari sebuah video yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026. Dalam tayangan tersebut, ia membagikan caranya menghadapi banyaknya berita buruk di Indonesia. Maudy memilih untuk mengatur informasi yang masuk ke pikirannya dengan menyaring sumber, memilih bacaan, dan berdiskusi dengan orang yang dianggap memahami persoalan.
Metode "diet berita" ala Maudy ini menuai banyak kritikan karena dianggap kurang berempati dan tidak bisa dilepaskan dari kenyataan hidup masyarakat Indonesia saat ini. Meskipun video tersebut dimaksudkan untuk berbagi pengalaman pribadinya dalam mengelola informasi, publik menilai pendekatannya kurang relevan dengan kondisi riil yang dihadapi banyak orang.






