Drama Duit Damai Doktif Richard Lee Memanas

Celina

Celina

Drama Duit Damai Doktif Richard Lee Memanas

deteksinews.co.id – Samira Farahnaz atau Doktif akhirnya buka suara terkait tudingan dirinya meminta uang damai fantastis Rp 200 miliar dari Richard Lee. Angka itu disebut-sebut sebagai syarat untuk mengakhiri perseteruan mereka yang kian memanas.

Doktif menegaskan bahwa jumlah tersebut bukanlah permintaan pribadi untuk berdamai. Ia mengklaim, angka itu merupakan hasil kalkulasi kerugian yang diderita masyarakat akibat praktik yang melibatkan Richard Lee. "Saya tidak mungkin berdamai," ujarnya di Pengadilan Negeri Tangerang. "Jika dihitung, kerugian masyarakat bisa mencapai sekitar Rp 250 miliar. Jadi, jika memang ada keinginan damai, kembalikan saja hak masyarakat itu. Mengapa justru diputarbalikkan seolah saya yang meminta uang sebesar itu?"

Drama Duit Damai Doktif Richard Lee Memanas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelumnya, Richard Lee tak kalah gencar melontarkan tudingan. Dokter kecantikan itu bahkan mengaku mengantongi bukti kuat terkait permintaan uang damai tersebut. "Ada fotonya! Hati-hati Anda disumpah waktu itu," tegas Richard Lee dalam persidangan.

Dalam sidang yang berlangsung kemarin, Richard Lee mencecar Doktif mengenai sebuah pertemuan misterius di awal tahun. Pertemuan itu, menurut Richard Lee, melibatkan rekannya bernama Ivan dan digelar dengan pengamanan ketat, di mana semua pihak dilarang membawa alat komunikasi. Richard Lee menduga, ada motif pemerasan di balik laporan yang selama ini dilayangkan Doktif.

Richard Lee lantas menembak langsung Doktif: "Pada 16 Januari, Saksi Samira mengajak bertemu teman saya bernama Ivan di sebuah rumah. Ivan tidak boleh pegang telepon genggam, tidak boleh pegang apa-apa, masuk, dan saudari Samira meminta sebesar Rp 200 miliar. Pertanyaan saya, benar tidak Anda meminta kepada teman saya bernama Ivan untuk kasus saya dibubarkan Rp 200 miliar? Benar atau tidak?"

Mendengar pertanyaan menohok itu, Doktif sempat terdiam sejenak, menunjukkan raut terkejut. Namun, ia segera membantah keras. Ia mengakui adanya pertemuan, namun menampik inisiatif datang dari pihaknya apalagi soal permintaan uang. "Itu bohong Yang Mulia, saya tidak pernah mengajak Ivan bertemu. Saya tidak pernah mengajak langsung Ivan bertemu, tidak pernah," jawab Doktif lugas.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar