deteksinews.co.id – Para diva dangdut senior yang tergabung dalam Tiga Kembang, yaitu Kristina, Cici Paramida, dan Ikke Nurjanah, baru-baru ini membongkar rahasia di balik langgengnya kekompakan mereka. Meski sudah bertahun-tahun menjalin persahabatan, ketiganya mengakui kerap diwarnai perbedaan pandangan. Namun, mereka memiliki jurus jitu untuk menjaga keharmonisan.
Kristina, Cici, dan Ikke memilih pendekatan unik saat menghadapi gesekan. Mereka bukanlah tipe yang langsung terlibat adu argumen. "Kalau bertengkar sih kami tidak pernah. Tapi kalau diam-diaman, itu sering," ungkap Kristina sambil tertawa, saat ditemui di sebuah studio televisi di Jakarta Selatan.

Menurut Kristina, momen hening yang mereka alami bukanlah tanda perselisihan. Justru, fase tersebut dimanfaatkan masing-masing untuk merenungkan permasalahan dan merumuskan solusi terbaik. "Diam-diaman itu bukan berarti kami marah. Itu adalah waktu kami memikirkan konsep, atau sedang mencari kata-kata yang tepat," jelasnya.
Ikke Nurjanah menambahkan, dirinya dan rekan-rekan lebih memilih memberi ruang untuk introspeksi diri ketika ada ketidakcocokan. Setelah emosi mereda, barulah mereka mengutarakan isi hati masing-masing. "Kami lebih sering memilih diam dulu. Jadi kami bukan tipe yang langsung menunjuk, ‘Kak Cici begini, Ikke begitu’. Kami memikirkannya di belakang, nanti pasti ada cara untuk menyampaikannya," beber Ikke.
Ikke juga mengakui pernah berdiskusi tentang perilaku salah satu rekannya kepada anggota Tiga Kembang lainnya. Namun, hal itu sekadar meluapkan keresahan, bukan untuk memperbesar masalah. "Mungkin saya pernah curhat ke Kristina atau Cici soal ‘Kenapa Cici begini ya, kenapa Kristina begini ya’, tapi hanya sebatas itu. Saat bertemu lagi, kami langsung bisa menetralkan suasana," terangnya.
Kristina berpendapat, pendekatan ini efektif karena mereka telah memahami betul watak dan karakter satu sama lain. "Karena kami sudah menemukan solusi masing-masing. Jadi kadang-kadang hanya mencoba memberi pesan-pesan saja," katanya.
Ikke lantas menegaskan, tidak mungkin Kristina dan Cici selalu cocok dalam setiap situasi. Namun, jalinan persahabatan yang sudah teruji waktu membuat mereka lebih peka kapan harus saling menghargai batasan pribadi. "Karena kami sudah berteman sangat lama, jadi sudah tahu karakter masing-masing. Kristina tahu kalau saya lagi butuh ruang, saya juga tahu kalau dia sedang begitu," lanjutnya.
Bagi Kristina, kekompakan adalah fondasi utama ketika mereka tampil bersama. Sebab, Tiga Kembang bukan hanya tentang satu individu, melainkan harmonisasi tiga pribadi yang berbeda. "Tapi kalau pas tampil, saya selalu bilang, ‘Ayo bersenang-senang, kita harus gembira’, karena ini untuk kita semua," pungkas Kristina.






