Geger! Pengkhianatan Rp 10 M Guncang Tantri Kotak, Arda Siap Tempur!
Deteksi News – Dunia hiburan kembali digegerkan oleh sebuah skandal penipuan fantastis yang menimpa pasangan musisi ternama, Tantri Syalindri, vokalis grup band Kotak, dan suaminya, Arda Hatna. Setelah sempat bungkam dan terpukul akibat pengkhianatan dari lingkaran terdekat, Arda akhirnya angkat bicara, mengungkap langkah tegas yang diambil keluarga untuk mengusut tuntas kerugian material dan moral yang mencapai angka miliaran rupiah.

"Kami tidak akan tinggal diam," tegas Arda kepada deteksinews.co.id pada Rabu (24/6/2026). Ia menjelaskan bahwa saat ini, ia bersama tim khusus terus bekerja keras mendalami setiap informasi, melacak aliran dana, dan mencari tahu keberadaan pelaku. "Yang pasti, hati kami juga turut berempati kepada para korban lain yang turut merasakan dampak pahit dari kasus ini," tambahnya, menunjukkan sisi kemanusiaan di balik perjuangan hukum mereka.
Di tengah badai emosi, pasangan ini memilih strategi yang tenang namun terarah. Mereka sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus ini kepada tim profesional dan jalur hukum yang berlaku, berharap keadilan dapat ditegakkan tanpa tergesa-gesa. "Untuk sementara waktu, kami memilih fokus pada proses yang sedang berjalan dan berharap semuanya dapat ditangani dengan baik sesuai jalurnya," imbuh Arda, menunjukkan ketenangan di balik badai.
Kisah pilu ini pertama kali mencuat ke publik setelah Tantri Kotak sendiri mengunggah pengakuan mengejutkan di media sosialnya. Sosok di balik penipuan keji ini adalah seorang perempuan berinisial PN alias Poppy Nupitasari, yang akrab disapa Mih Poppy. Ironisnya, pelaku adalah teman dekat yang selama ini sangat dipercaya oleh keluarga Tantri dan Arda, bahkan dianggap seperti saudara sendiri. Modus operandi yang digunakan diduga adalah penggelapan uang investasi dan tabungan, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai angka fantastis Rp 10 miliar. Para korban pun tak hanya dari kalangan selebriti, melainkan juga teman-teman dekat pelaku. Yang lebih memilukan, beberapa dana yang raib dikabarkan merupakan uang yang seharusnya digunakan untuk biaya pengobatan, menambah daftar panjang penderitaan para korban.
Sejak 21 Juni 2026, jejak Poppy Nupitasari seolah lenyap ditelan bumi. Ia menghilang dan memutus seluruh jalur komunikasi, membuat keberadaannya hingga kini menjadi misteri. Bahkan, pihak keluarga pelaku sendiri telah menyatakan "lepas tangan" dan tidak lagi bertanggung jawab atas permasalahan hukum yang membelit PN, seolah menutup babak akhir dari sebuah pengkhianatan yang tak termaafkan.






