Badai KDRT Evan Marvino: Istri Diberi Wejangan Emas!

Celina

Celina

Badai KDRT Evan Marvino: Istri Diberi Wejangan Emas!

Deteksi News – Jagat hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan prahara rumah tangga selebriti. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Uffridatun Nitami, atau akrab disapa Tami, istri dari pesinetron kondang Evan Marvino. Tami secara mengejutkan membongkar dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh sang suami, memicu gelombang simpati dan rasa penasaran publik. Di tengah badai rumah tangganya yang kian memanas, Tami diketahui telah menggandeng pengacara kondang, Ana Sofa Yuking, untuk mendampinginya.

Ana Sofa Yuking, yang ditemui oleh tim deteksinews.co.id di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu lalu, mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan sejumlah wejangan penting kepada kliennya. Sebagai seorang ibu dan istri, Tami diingatkan untuk selalu memprioritaskan buah hatinya dalam setiap langkah yang akan diambil. "Saya sampaikan ke Tami bahwa sebagai istri, sebagai ibu, ketika nanti mengambil keputusan untuk melakukan upaya hukum apa pun bentuknya, pastikan anak-anak itu tetap dalam lingkungan yang sehat," ujar Ana, menekankan pentingnya menjaga mental dan tumbuh kembang anak di tengah konflik orang tua yang tak terhindarkan.

Badai KDRT Evan Marvino: Istri Diberi Wejangan Emas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Ana menegaskan bahwa sebisa mungkin, masalah ini diselesaikan tanpa menimbulkan "huru-hara" atau kegaduhan publik yang berlarut-larut. Ia berharap, jika memang harus berujung pada perpisahan, prosesnya dapat dilalui secara baik-baik dan kekeluargaan. "Saya kemarin ingatkan Tami supaya tidak ada huru-hara. Kalau bisa diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan. Kalau memang harus bercerai, bercerai juga dengan baik-baik. Anak tidak perlu diperebutkan. Pastikan juga anak-anak tetap punya ruang tumbuh yang sehat," imbuhnya, menyoroti dampak psikologis yang bisa menimpa anak jika konflik terus memanas dan menjadi konsumsi publik.

Meski demikian, Ana tidak menampik bahwa menempuh jalur hukum, termasuk melaporkan ke polisi, adalah hak penuh Tami sebagai korban dugaan KDRT. Namun, ia mengingatkan agar setiap keputusan dipertimbangkan dengan matang, menimbang segala konsekuensi yang mungkin timbul, terutama bagi masa depan anak-anak. "Kalau misalnya pun dia mau melaporkan ke polisi juga, itu haknya Tami. Tapi tentu itu harus betul-betul ditimbang dengan baik," pungkas Ana, memberikan kebebasan namun dengan catatan kehati-hatian yang mendalam. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari Tami di tengah prahara rumah tangganya yang menjadi sorotan.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar