Deteksi News – Di tengah gejolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kini menjadi sorotan nasional, nama Mayang Luciana, adik mendiang Vanessa Angel, turut angkat bicara. Raut terkejut tak bisa disembunyikan Mayang saat mengetahui lonjakan harga BBM non-subsidi. Momen tersebut ia bagikan usai mengisi acara di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan.
"Terdampak, tentu saja," ujar Mayang dengan nada prihatin pada Jumat (12/6/2025). "Baru saja saya lihat, wow, Pertamax naik ya. Dari Rp 12 ribu kini melesat ke Rp 16 ribu. Jujur, kaget sekali. Pikiran saya langsung, ‘habis ini apa lagi yang naik?’ Ada rasa takut." Ini menunjukkan sisi manusiawi Mayang yang juga merasakan beban ekonomi yang sama dengan banyak orang.

Namun, di balik kekhawatiran itu, Mayang ternyata punya trik jitu untuk menyiasati lonjakan pengeluaran. Ia kini lebih sering mengandalkan mobil listriknya, meninggalkan sejenak kendaraan berbahan bakar bensin yang juga ia miliki. Sebuah langkah cerdas yang patut diacungi jempol.
"Saya punya mobil bensin, tapi juga ada mobil listrik. Sekarang memang lebih sering pakai yang listrik," jelas Mayang. Ia buru-buru menepis anggapan bahwa keputusannya beralih ke mobil listrik adalah respons instan terhadap kenaikan BBM. "Mobil listrik ini sudah saya miliki sejak tiga atau empat bulan lalu, bukan baru-baru ini," tegasnya, menunjukkan bahwa ia sudah visioner jauh sebelum harga BBM melambung tinggi.
Bagi Mayang, yang menjalani hari-hari super padat sebagai mahasiswa sekaligus publik figur, mobil listrik bukan sekadar gaya, melainkan penolong utama yang sangat menunjang aktivitasnya. Efisiensi dan kepraktisan menjadi kunci.
"Selain bebas ganjil genap, yang sangat membantu mobilitas saya di Jakarta, mobil listrik ini juga jauh lebih hemat. Ditambah lagi, ukurannya yang mungil membuat saya tidak kesulitan mencari parkir, terutama di area kampus," papar Mayang, menyoroti berbagai keuntungan yang ia rasakan secara langsung.
Tak hanya bicara soal dirinya, Mayang juga tak lupa menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap masyarakat luas yang kini harus berjuang menghadapi kenaikan biaya hidup, terutama imbas dari melonjaknya harga BBM.
"Perekonomian kita sedang tidak baik-baik saja. Saya kasihan sekali melihat para ‘pejuang cuan’ di luar sana. Kalau lihat harga BBM naik, rasanya sedih," ucap Mayang dengan nada tulus. "Semoga saja ekonomi Indonesia bisa segera membaik dan harga BBM bisa kembali ke level normal, agar semua bisa bernapas lega." Sebuah harapan yang mewakili suara hati banyak orang.






