Anak Gadis Beranjak Remaja, Arumi Bachsin Syok: Aku Sudah Tua!

Celina

Celina

Anak Gadis Beranjak Remaja, Arumi Bachsin Syok: Aku Sudah Tua!

Deteksi News. Sebuah momen haru bercampur rasa takjub tengah menyelimuti hati aktris sekaligus istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin. Putri sulungnya yang cantik, Lakeisha Ariestia Dardak, atau akrab disapa Keisha, baru saja menuntaskan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan kini bersiap melangkah ke babak baru di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kelulusan sang buah hati ini sontak membuat Arumi tersentak, menyadari betapa cepatnya waktu berlalu hingga ia spontan berujar, "Oh, akunya udah tua ya, anak udah gede."

Arumi, yang ditemui deteksinews.co.id di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini, tak bisa menyembunyikan perasaan campur aduknya. "Rasanya aneh saja, punya anak yang sudah mau SMP. Tiba-tiba merasa, ‘Wah, aku sudah setua ini ya, anak sudah sebesar ini.’ Ternyata memang ada perbedaan besar," tuturnya dengan senyum tipis, seolah masih memproses realitas bahwa putrinya kini telah beranjak remaja.

Anak Gadis Beranjak Remaja, Arumi Bachsin Syok: Aku Sudah Tua!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perubahan pada Keisha, menurut Arumi, bukan sekadar pertambahan usia. Ia menyaksikan transformasi karakter yang signifikan. "Dulu, saat melihat foto-foto Keisha dari kelas satu atau dua SD, lalu membandingkannya dengan dia di kelas lima, terasa sekali perbedaannya. Karakternya sudah sangat berkembang," ungkap Arumi, menggambarkan bagaimana sang putri tumbuh dari anak kecil yang polos menjadi gadis dengan kepribadian yang lebih terbentuk.

Fase remaja ini, di mata Arumi, menghadirkan dinamika yang menarik sekaligus menantang. Keisha kini lebih mudah diajak berdiskusi, namun di sisi lain, ia juga mulai memiliki selera dan pandangan sendiri yang tak bisa lagi didikte. "Sekarang harus lebih hati-hati, misalnya saat memilihkan baju atau barang lainnya. Dia sudah punya selera sendiri," jelasnya. Arumi mencontohkan, dulu mudah saja memakaikan apa pun pada Keisha. "Kalau sekarang, kadang aku lupa, ‘Kak, pakai yang ini saja.’ Dia langsung bilang, ‘Tidak, aku lebih suka yang ini.’ Dan ternyata, pilihannya memang bagus juga," Arumi tertawa kecil, mengakui selera modis sang putri yang mulai muncul.

Di balik tantangan itu, Arumi bersyukur Keisha tumbuh menjadi anak yang rajin dan mandiri. "Dia anaknya cukup giat belajar dan punya inisiatif. Bukan tipe yang hanya sekolah lalu pulang. Kalau ada tes atau tugas, dia pasti berusaha untuk belajar," pujinya. Bahkan, Arumi tak perlu terlalu banyak mengomel, karena Keisha sudah terbiasa mengatur jadwalnya sendiri. "Dia itu tidak perlu diingatkan terus-menerus oleh ibunya. Jadwalnya sudah tertata rapi, dia tahu apa yang harus dilakukan."

Namun, sebagai seorang ibu, kekhawatiran tak bisa dihindari. Arumi menyadari bahwa masa remaja akan membawa godaan dan tantangan baru, terutama di tengah arus informasi dan gaya hidup digital saat ini. "Nanti kalau sudah semakin remaja, pasti ada keinginan untuk berdandan, mencoba hal-hal baru, itu wajar. Tapi kadang rutinitas positif bisa terganggu. Harapanku, rutinitas baik yang sudah ada tetap dipertahankan, sambil ia terus berkembang," harapnya penuh kasih.

Tantangan pergaulan dan pengaruh gawai menjadi perhatian khusus Arumi. "Apalagi anak-anak zaman sekarang sudah mulai memegang ponsel sendiri, meskipun masih dalam pengawasan. Tapi tantangan dan pergaulan di usia mereka sekarang sangat berbeda dengan masa saya dulu," ujarnya prihatin, menyoroti kompleksitas dunia modern bagi anak-anak.

Arumi dan sang suami, Emil Dardak, tak henti memberikan nasihat. Namun, mereka juga memahami bahwa di usia remaja, pendapat teman sebaya kadang lebih mudah diterima daripada wejangan orang tua. "Memang di usia-usia seperti ini, apa kata teman seringkali lebih dipercaya," akunya. Oleh karena itu, bagi Arumi, kunci utama adalah keterbukaan komunikasi. "Bagi kami, selama Keisha masih mau bercerita, itu sudah yang paling benar dan paling membahagiakan."

Keterbukaan ini menjadi jembatan bagi orang tua untuk tetap memantau dan memberikan arahan yang tepat. "Kalau dia mau cerita, ‘Bu, begini loh,’ kami bisa membantu mengawasi, bisa bilang, ‘Nak, yang ini baik, yang ini tidak.’ Sejauh ini, karena masih remaja awal, belum banyak hal yang membuat kami terlalu khawatir. Semoga saja dia akan terus mau terbuka dengan orang tuanya," pungkas Arumi, menyiratkan doa dan harapan tulus seorang ibu.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar