Deteksi News – Penyanyi Denada akhirnya bisa bernapas lega setelah drama panjang permasalahan hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi menemui titik terang. Melalui sambungan telepon yang diatur oleh manajernya, Risna Ories, Denada tak bisa menyembunyikan rasa syukur yang mendalam atas putusan yang diterimanya.
"Alhamdulillah… semua ini berkat Allah. Aku percaya takdir Allah adalah yang terbaik," ungkap Denada dengan suara penuh haru, Rabu (22/4/2026) malam.

Setelah Majelis Hakim PN Banyuwangi mengabulkan eksepsinya dan menolak gugatan yang dilayangkan terhadapnya, Denada berharap agar tidak ada lagi masalah hukum yang akan mengganggu ketenangan keluarganya bersama sang putra, Ressa Rizky Rossano.
"Aku mohon doanya agar ke depannya hanya ada kebaikan dan kebahagiaan untuk aku, Ressa, dan seluruh keluarga. Mohon doanya ya," pinta Denada tulus.
Pelantun tembang "Jogetin Aja" ini meyakini bahwa setiap ujian yang ia lalui pasti mengandung hikmah tersembunyi. Beban hukum yang selama ini menghimpitnya kini telah terangkat, membuatnya merasa lebih tenang dan menyerahkan sepenuhnya masa depannya ke dalam lindungan Tuhan.
"Allah Maha Pengatur, dan aku percaya Dia akan mengatur segalanya dengan sebaik-baiknya untuk kita semua, insyaallah," pungkasnya dengan nada optimis.
Seperti yang diketahui, perselisihan ini bermula ketika seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano menggugat Denada Tambunan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi terkait biaya pendidikan. Selama proses persidangan, Denada sempat dituding melakukan penelantaran anak sejak kecil. Namun, ia berhasil membuktikan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dengan menunjukkan bukti-bukti pemenuhan kebutuhan finansial dan fasilitas pendidikan yang ia berikan kepada Ressa Rizky Rossano hingga dewasa.
Pada akhirnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi mengeluarkan putusan sela yang menerima eksepsi Denada, sehingga perkara tersebut tidak dilanjutkan. Kabar baiknya, hubungan Denada dan Ressa Rizky Rossano kini telah membaik. Bahkan, Denada turut memberikan restu dan doa atas pernikahan putranya yang digelar di Banyuwangi. Sebuah akhir yang manis untuk sebuah perjalanan yang penuh liku.







