Deteksi News – Jagat maya kembali dihebohkan dengan nama Fajar Sadboy. Selebgram yang dikenal dengan kisah-kisah pilunya ini mendadak jadi sorotan setelah beredar kabar mengenai daftar permintaan khusus atau ‘riders’ yang disebut-sebut fantastis dan bikin geleng-geleng kepala. Bayangkan, dari makeup Dior hingga transportasi Alphard, semua disebut wajib ada dalam daftar permintaannya! Sebuah standar kemewahan yang kontras dengan citra kesederhanaan yang selama ini melekat padanya.
Bagi yang belum familiar, ‘riders’ adalah daftar keinginan seorang artis atau penampil yang diajukan kepada penyelenggara acara sebagai bagian dari kontrak pertunjukan. Biasanya ini mencakup segala hal, mulai dari kebutuhan teknis seperti sound system dan pencahayaan, sampai kebutuhan non-teknis seperti makanan, minuman, transportasi, hingga fasilitas ruang ganti. Nah, isu ‘riders’ Fajar Sadboy ini mencuat dari sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang viral di platform X, menampilkan daftar permintaan yang konon dari tim Fajar, lengkap dengan detail teknis hingga konsumsi.

Daftar itu sungguh membuat dahi berkerut dan memicu perdebatan sengit di kalangan warganet. Disebutkan, makeup dan skincare harus dari merek premium sekelas Dior dan Clinique, bahkan dengan penekanan tegas menolak produk kosmetik Asia atau lokal. Transportasi? Tak tanggung-tanggung, wajib mobil Alphard, sebuah simbol kemewahan di jalanan ibu kota. Untuk konsumsi, permintaannya tak kalah detail: anggur hijau Muscat tanpa biji, air mineral Evian atau Fiji, bahkan gelato lychee dengan pemanis Stevia harus tersedia sebelum makan siang!
Menu utama pun dinilai cukup spesifik dan berkelas. ‘Riders’ tersebut mensyaratkan Nasi Padang kotak dari restoran legendaris seperti Pagi Sore, Sederhana, atau Sari Ratu. Snack? Harus Cheetos Puff kualitas Amerika Serikat, dengan penekanan tegas: "No produk lokal!" Uniknya, di tengah semua permintaan premium itu, terselip juga kudapan khas Gorontalo, daerah asal Fajar Sadboy, seperti duduli, tili aya, ilabulo, dan popolulu. Total estimasi biaya pemenuhan ‘riders’ ini diperkirakan mencapai angka fantastis, Rp 12 juta hingga Rp 17,5 juta per hari, di luar honor penampilan Fajar.
Namun, saat dikonfirmasi langsung oleh Deteksi News di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026) malam, Fajar Sadboy justru menunjukkan ekspresi kebingungan yang nyata. "Yang apa?" tanyanya polos, seolah tak mengerti apa yang sedang dibicarakan dan jauh dari kesan seorang bintang yang menuntut kemewahan.
Woro Gia, rekan Fajar yang mendampingi, buru-buru menimpali, mencoba meredakan situasi dan menjaga Fajar dari pertanyaan yang mungkin membingungkan baginya. "Itu kayaknya… yang riders, riders. Itu kita no comment, Fajar no comment. No comment ya," ujarnya, dengan nada diplomatis. Fajar pun mengangguk setuju, "Iya (no comment)," mengamini pernyataan rekannya.
Ketika didesak lebih jauh mengenai permintaan pribadinya jika diundang ke suatu acara, jawaban Fajar sungguh membumi dan jauh dari kesan glamor yang digambarkan dalam daftar ‘riders’ viral tersebut. "Air putih boleh," ungkapnya singkat, seolah menepis semua tudingan mewah yang beredar dengan kesederhanaan yang tak terduga. Sebuah respons yang langsung menyentuh hati banyak orang.
"Gak tau ya, saya gak tau. Ku pikir riders itu kayak motor gitu gak sih?" pungkas Fajar sebelum ditarik oleh kru, meninggalkan tanda tanya besar di benak publik. Apakah ini hanya salah paham, ulah oknum yang mengatasnamakan timnya, atau ada pihak lain yang mencoba memanfaatkan namanya untuk keuntungan pribadi? Yang jelas, Fajar Sadboy tetap dengan kesederhanaannya, bahkan untuk sekadar air minum, sebuah potret kontras yang membuat kisahnya semakin menarik untuk diikuti.






