Deteksi News – Kabar pilu menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Komedian senior yang dikenal dengan senyum khas dan tingkah lucunya, Diding Boneng, kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, roboh tak bersisa. Sebuah pukulan telak yang membuat sang legenda komedi terguncang, kini ia dan putranya terpaksa mengungsi sementara di kantor RW setempat.
Pemandangan pilu reruntuhan rumah Diding Boneng menjadi saksi bisu tragedi yang menimpanya. Saat ditemui oleh tim Deteksi News di lokasi, Diding Boneng membenarkan musibah ini dengan raut wajah yang tak bisa menyembunyikan kesedihan. Ketua RT 12 setempat, Bapak Giman, turut mendampingi dan menjelaskan upaya penanganan pasca kejadian.

"Belum kita hitung ya (masalah kerugian)," tutur Giman di Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Lebih dari sekadar materi, yang runtuh adalah fondasi sebuah kehidupan, sarang kenangan yang tak ternilai bagi sosok yang kerap mengundang tawa ini.
Meski beberapa barang elektronik seperti televisi dan pakaian berhasil diselamatkan dari timbunan reruntuhan, Giman menuturkan bahwa tidak semua bisa diamankan sepenuhnya. "Kalau untuk tertimbun sih gak ya, cuma karena ada beberapa TV segala macam tuh mungkin kena tapi gak terlalu ini gitu, tapi udah disingkirkan," jelasnya, mengisyaratkan bahwa ada kerugian yang tak bisa dihindari.
Namun, di tengah duka, secercah harapan datang dari semangat gotong royong warga. Pihak RW setempat bergerak cepat dan sigap. "Di sini kebetulan gerak cepat RW mengondisikan seluruh staf RW, RT-RT, terus bekerja sama dengan PPSU. Kemarin langsung pagi jam 8 kita kerja sampai menjelang Maghrib. Karang Taruna juga turun. Jadi insyaallah sudah terjamin keamanan warga sini," pungkas Giman, menyoroti solidaritas yang luar biasa.
Kini, sosok yang dulu selalu menghibur di layar kaca itu harus menjalani hari-harinya di tempat yang jauh dari kemewahan. "Saat ini saya dikostin sama Pak RW. Di kantor RW, di depan itu. Saya sama anak laki-laki," kata Diding Boneng dengan nada lirih. Sebuah pemandangan yang kontras dengan citra panggungnya yang selalu ceria, namun menunjukkan ketabahan seorang seniman di tengah ujian hidup. Kisah Diding Boneng menjadi pengingat bahwa di balik tawa, ada sisi kemanusiaan yang rapuh, namun juga kekuatan tak terhingga dari dukungan komunitas.






