Terungkap! Rahasia Zul Zivilia Cuma 2 Tahun Lagi di Penjara

Celina

Celina

Terungkap! Rahasia Zul Zivilia Cuma 2 Tahun Lagi di Penjara

Deteksi News – Kabar gembira datang dari balik jeruji besi Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor. Vokalis band Zivilia, Zul Zivilia, yang sejak 2019 menjalani vonis 18 tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkotika, kini bisa bernapas lega. Sebuah harapan baru menyelimuti hari-harinya, karena ia memprediksi hanya perlu menanti sekitar dua tahun lagi sebelum menghirup udara bebas. Penantian panjang itu kini menemui titik terang yang sangat dinantikan para penggemar dan keluarganya.

Pria bernama lengkap Zulkifli ini tak sungkan membagikan detail perhitungan masa hukumannya yang terpangkas drastis. "Saya tahun depan sudah mulai mengurus pembebasan bersyarat. Cuma subsiderku lama, satu tahun. Saya harus menjalani subsider dulu. Jadi perkiraan sekitar dua tahun lagi (bebas)," ungkap Zul Zivilia saat ditemui oleh tim deteksinews.co.id di Lapas Gunung Sindur, Rabu lalu. Sebuah pernyataan yang tentu saja menjadi angin segar bagi banyak pihak yang merindukan karyanya.

Terungkap! Rahasia Zul Zivilia Cuma 2 Tahun Lagi di Penjara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bukan sekadar remisi biasa, Zul menjelaskan bahwa statusnya sebagai Tahanan Pendamping (Tamping) di bidang seni dan musik menjadi kunci utama. "Sebagai tamping kan kita dapat remisi tamping pemuka. Itu remisi yang tidak didapatkan oleh semua napi, tidak semua bisa dapat itu," bebernya. Ini adalah remisi istimewa yang hanya diberikan kepada narapidana yang aktif berkontribusi positif di dalam lapas, menunjukkan dedikasi Zul yang tak luntur meski dalam keterbatasan.

Selain remisi umum seperti peringatan 17 Agustus, Idul Fitri, Idul Adha, atau Natalan yang memang didapatkan semua narapidana, keaktifannya dalam membina warga binaan lain melalui musik memberikan keuntungan berlipat. Pelantun hits "Aishiteru" ini mendapatkan remisi khusus yang jauh lebih besar. "Remisi untuk warga binaan yang aktif di dalam Lapas itu ada remisi khusus nanti. Saya bisa dapat tiga bulan per tahun," jelasnya, mengurai detail yang membuat masa hukumannya jauh lebih singkat.

Dengan vonis total 18 tahun, potongan remisi ini sangat signifikan. "Vonis totalnya kan 18 tahun, jadi nanti ditambah remisi-remisi, kemudian setelah menjalani 2/3 masa tahanan ditambah potongan remisi lagi, nah di situ baru mengurus pembebasan bersyarat," terangnya, memberikan gambaran jelas tentang mekanisme yang akan membawanya pulang, selangkah demi selangkah menuju kebebasan yang hakiki.

Meski harus menjalani sisa hukuman tambahan karena tidak membayar denda dalam vonisnya, Zul mengaku kini jauh lebih tenang. "Masa-masa terberat saya itu sebenarnya sekarang karena sudah mulai jenuh, sudah kangen rumah. Tapi saya coba hilangkan jenuh itu dengan kegiatan positif, menghafal Al-Qur’an, dan bikin musik," ujarnya dengan nada penuh harap. "Doakan saja dua tahun lagi bisa benar-benar pulang," pintanya, menyiratkan kerinduan mendalam akan keluarga dan dunia luar.

Sejak ditangkap pada Maret 2019, Zul Zivilia memang dikenal sebagai narapidana yang tak pernah kehilangan semangat berkarya. Kreativitasnya tak luntur meski raga terkurung tembok tebal. Hingga saat ini, ia telah berhasil merilis tujuh lagu dari balik penjara, sebuah pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa musik adalah jiwanya, dan penjara tak mampu membungkamnya.

Sebagai pengingat, Zul Zivilia ditahan setelah terbukti bersalah melakukan tindakan penyalahgunaan narkotika golongan satu dengan berat melebihi 5 gram, sebuah kesalahan yang kini ia tebus dengan kerja keras, introspeksi, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Kisah Zul Zivilia adalah bukti nyata bahwa di balik tembok penjara sekalipun, harapan dan kesempatan untuk memperbaiki diri selalu ada. Dengan doa dan dukungan, dua tahun ke depan akan menjadi hitungan mundur menuju babak baru dalam kehidupannya, sebuah babak yang dinanti dengan penuh semangat dan optimisme.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar