Keira Shabira: Aku Juga Korban!

Celina

Celina

Keira Shabira: Aku Juga Korban!

Deteksi News – Aktris cantik Keira Shabira tengah menjadi sorotan usai dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan penipuan trading. Tak tinggal diam, Keira bersama kuasa hukumnya, Asgar Sjarfi dan Mohamad Firdaus, langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya juga merupakan korban dan mengalami kerugian dalam kasus aplikasi investasi Super AI ini.

Keira merasa dirinya dijadikan kambing hitam atas kerugian yang dialami oleh pelapor. Bintang film "Dua Surga dalam Cintaku" ini membantah keras telah membujuk atau memaksa pelapor untuk bergabung dalam investasi tersebut. Menurutnya, pelapor yang berprofesi sebagai sutradara itu bergabung atas kemauannya sendiri setelah menunjukkan ketertarikan dan bertanya mengenai investasi tersebut.

Keira Shabira: Aku Juga Korban!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Karena di sini ada statement dari yang melaporkan aku ini bahwa katanya Keira membujuk, Keira membujuk saya dan segala macam. Itu yang underline sangat-sangat mis banget ya. Sangat-sangat jauh dari fakta," ujar Keira saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (10/11/2025).

Kuasa hukum Keira juga mempertanyakan motif pelapor yang memilih jalur hukum. Menurut Asgar Sjarfi, saat konfrontasi di Polda Metro Jaya, pelapor menyatakan bahwa tujuannya bukanlah mencari keadilan, melainkan untuk menghukum dan memberi pelajaran kepada Keira Shabira.

"Dia bilang, ‘Gak! Saya mau menghukum kamu. Saya mau memberi kamu pelajaran’," ungkap Asgar Sjarfi menirukan ucapan pelapor.

Tim kuasa hukum Keira Shabira berpendapat bahwa Polda Metro Jaya bukanlah lembaga yang tepat untuk menangani sengketa ini. Mereka meyakini bahwa kasus investasi komoditas berjangka, termasuk robot trading atau AI trading, seharusnya berada di bawah yurisdiksi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

"Menurut kami yang lebih tepat ini diadukan kepada OJK, ke Bappebti, karena undang-undangnya sudah lex specialis. Dia sudah lebih spesial ke Bappebti harusnya laporannya, bukan ke kepolisian," jelas Asgar Sjarfi.

Dengan adanya berbagai kejanggalan ini, tim kuasa hukum mempertanyakan mengapa Keira Shabira diposisikan sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Sementara Keira merasa dirinya juga menjadi korban yang kehilangan dana.

"Kenapa Bu Keira dijadikan kambing hitam? Itu juga kami tidak tahu apa sebabnya begitu," pungkas Mohamad Firdaus, seperti yang dilansir dari deteksinews.co.id.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar