Celina

Celina

Makin Panas! Doktif Desak Richard Lee Segera Ditahan!

Deteksi News – Arena hukum para selebriti dokter kembali memanas! Perseteruan sengit antara dr. Samira Farahnaz, yang akrab disapa Doktif, dengan dr. Richard Lee kini memasuki babak baru yang kian mendebarkan. Setelah sama-sama menyandang status tersangka, Doktif secara blak-blakan menyuarakan harapannya agar Richard Lee segera merasakan dinginnya jeruji besi, bukan lagi sekadar wajib lapor. Sebuah drama hukum yang tak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga membuka tabir di balik gemerlap dunia kecantikan.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Konflik ini bermula ketika Doktif melaporkan Richard Lee ke Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2024, terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen atas produk dan perawatan kecantikan yang ditawarkannya. Laporan tersebut berbuah penetapan Richard Lee sebagai tersangka pada 15 Desember 2025. Sejak saat itu, Richard Lee diwajibkan menjalani wajib lapor dua kali dalam sepekan di Polda Metro Jaya.

"Dia datang ke PMJ untuk wajib lapor dua kali seminggu," ungkap Doktif saat ditemui di Studio Trans TV, Jumat (16/1/2026), dengan sorot mata penuh keyakinan. Ia membenarkan bahwa kewajiban tersebut adalah perintah langsung dari penyidik usai pemeriksaan. Namun, bagi Doktif, wajib lapor saja tidak cukup.

"Ya Doktif harapkan sampai minggu depan ya dia langsung ditahan. Jadi nggak ada wajib lapor," tegasnya, menyiratkan ketidaksabaran. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan pemeriksaan lanjutan pada Senin (19/1/2026) akan menjadi momen krusial yang bisa berujung pada penahanan. "Mungkin hari Senin besok dia akan lanjut pemeriksaan untuk sisa dari pertanyaan-pertanyaan. Katanya sih seperti itu yang Doktif harapkan," tambahnya, penuh harap.

Doktif tak main-main. Ia berjanji akan terus mengawal setiap langkah proses hukum yang menjerat Richard Lee. "Kalau Doktif sih akan terus mengawal seperti apa yang dikatakan oleh Bang Reonald pada saat itu ya. Bang Reonald bercerita bahwa meminta Doktif untuk ikut mengawal. Jadi bagaimanapun juga Doktif akan ikut mengawal untuk pemeriksaan di tanggal 19 nanti," jelasnya, menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan. Ia bahkan memastikan kehadirannya kembali di Polda Metro Jaya. "Insya Allah hadir," katanya singkat, namun penuh makna.

Lebih dari sekadar mengawal proses hukum, Doktif mengungkapkan motivasi di balik kehadirannya yang tak kenal lelah, bahkan hingga dini hari. Ia ingin semua komunikasi, terutama terkait potensi perdamaian, dilakukan secara transparan di hadapan publik dan media. "Sebenarnya sih keinginan Doktif itu agar dia berani berbicara dengan Doktif di hadapan media. Jadi jangan mengajak Doktif ketemu di balik layar," ungkapnya, menyiratkan adanya upaya-upaya di balik layar yang ia tolak.

"Doktif inginnya ketemu di depan jurnalis. Apa yang ingin dia katakan, katakanlah di depan Doktif, di depan jurnalis. Jika dia ingin damai dengan Doktif, katakanlah di depan jurnalis. Jadi jangan mengajak Doktif sembunyi-sembunyi ketemu di belakang, karena nanti akan ada fitnah," pungkas Doktif, dengan nada tegas, menutup wawancara. Sebuah pernyataan yang jelas: drama hukum ini harus diselesaikan di panggung utama, di bawah sorotan lampu media, demi kebenaran dan menghindari spekulasi.


Also Read

Tags

Tinggalkan komentar