Aurelie Moeremans: Kisah Pilu Terungkap, Kini Diteror?

Celina

Celina

Aurelie Moeremans: Kisah Pilu Terungkap, Kini Diteror?

Deteksi News – Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena proyek film terbarunya yang memukau, melainkan sebuah pengakuan berani yang ia tuangkan dalam buku digital gratis berjudul "Broken Strings." Dalam karya personal ini, Aurelie membuka luka lama, menceritakan pengalamannya sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun oleh seorang pria yang usianya dua kali lipat darinya. Namun, di balik keberaniannya bersuara, aktris cantik ini justru menghadapi risiko tak terduga: gangguan dari pihak yang merasa terusik.

Kepada deteksinews.co.id, Aurelie yang kini menetap di Amerika Serikat bersama suaminya, Tyler Bigenho, mengungkapkan bahwa proses penulisan buku ini sama sekali tidak mudah. Ia harus berulang kali maju-mundur, menggali kembali ingatan menyakitkan dari masa lalunya yang penuh manipulasi dan kontrol. "Mengingat detail-detail itu tidak mudah dan cukup menyakitkan," ujarnya belum lama ini, dengan nada reflektif, "tapi justru proses itu menjadi bagian dari penyembuhan."

Aurelie Moeremans: Kisah Pilu Terungkap, Kini Diteror?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun berat, respons positif yang ia terima setelah mempublikasikan "Broken Strings" menjadi validasi kuat. Banyak pembaca, terutama perempuan muda dan orang tua, merasa terbantu dan tidak lagi merasa sendirian menghadapi trauma serupa. "Tidak (menyesal). Justru sebaliknya," tegas Aurelie, matanya memancarkan keteguhan. "Meski prosesnya berat, respons yang datang membuatku yakin keputusan ini tepat. Banyak orang merasa terbantu dan tidak sendirian, dan itu membuat semua rasa sakitnya terasa berarti."

Namun, di tengah gelombang dukungan yang menghangatkan, muncul sisi gelap yang tak terduga. Aurelie mengaku, ada pihak yang merasa terusik dengan pengakuannya, bahkan kembali mengganggunya. "Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa sebut nama, tanpa serang siapa pun. Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi," tulis Aurelie dalam sebuah unggahan media sosialnya yang memicu tanda tanya. Ia menambahkan, "Padahal caranya… justru berisiko buat dirinya sendiri. Selama ini aku memilih diam, tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas."

Menyadari potensi risiko ini, Aurelie tetap teguh pada pendiriannya. Ia memahami bahwa kejujuran seringkali memicu reaksi beragam, namun tujuannya jauh lebih besar dari sekadar menyenangkan semua pihak. "Ku sadar sejak awal bahwa ketika kita jujur, pasti akan ada reaksi yang beragam, tapi niat utamaku bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan untuk membantu mereka yang membutuhkan," ungkap bintang film "Baby Blues" ini. "Selama yang kutulis adalah kebenaran dan tujuannya baik, aku siap dengan risikonya. Fokusku tetap pada dampak positif yang bisa dihasilkan, bukan pada penolakan yang mungkin muncul."

Awalnya, rasa takut sempat menyelimuti Aurelie saat memutuskan untuk merilis buku tersebut ke publik. Namun, melihat bagaimana "Broken Strings" telah menjadi lentera bagi banyak jiwa yang terluka, ketakutan itu kini berganti menjadi rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. "Jujur, di awal aku sangat takut. Tapi setelah melihat bagaimana buku ini membantu begitu banyak perempuan muda dan juga orang tua, rasa takut itu berubah menjadi rasa syukur dan kebahagiaan yang besar," pungkasnya, mengakhiri percakapan dengan senyum penuh makna. Sebuah pengingat bahwa keberanian untuk bersuara, meskipun berisiko, seringkali menjadi awal dari perubahan yang berarti.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar