Kiky Saputri Geram! Dewan WFH Saat Demo Berdarah?

Celina

Celina

Kiky Saputri Geram! Dewan WFH Saat Demo Berdarah?

Deteksi News – Komedian Kiky Saputri tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas tragedi demo berujung maut di depan gedung MPR/DPR (28/8/2025). Insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online itu membuatnya geram, apalagi saat mengetahui sejumlah anggota dewan justru memilih WFH (Work From Home).

Ditemui di Studio Trans TV (29/8/2025), Kiky mengungkapkan kesedihannya yang mendalam. "Aduh, yang pertamanya pasti menyayangkan, kecewa karena harus lagi ada korban, nih. Padahal yang dilaksanakan sama masyarakat kan cuma demokrasi," ujarnya dengan nada prihatin.

 Kiky Saputri Geram! Dewan WFH Saat Demo Berdarah?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Istri M Khairi ini merasa tragedi tersebut seharusnya bisa dihindari jika para wakil rakyat mau turun langsung dan berdialog dengan massa. "Kalau seandainya para petinggi di Senayan sana mau keluar, mau mengadakan dialog terbuka. Ini gak akan terjadi," tegasnya.

Kiky mengingatkan bahwa masyarakat yang berdemo hanya ingin menyuarakan aspirasi mereka. Sebagai wakil rakyat, anggota dewan seharusnya menampung suara tersebut dan menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan.

"Kan namanya wakil rakyat nih, suara kita kan mereka yang nampung, mereka apa ya ibaratnya, mereka yang godok kebijakannya supaya bisa memberikan kebijakan yang baik buat masyarakat. Bukan buat kantong pribadi, buat diri sendiri gitu, buat kepentingan golongan," imbuhnya.

Kiky juga menyoroti sikap sejumlah anggota dewan yang memilih WFH saat demo berlangsung. Baginya, ini adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. "Demo bagian dari demokrasi, tapi kenapa malah WFH? Dengan bangga, dengan lantang, bahkan ada yang ber-statement, ‘Ya kita WFH daripada kita macet-macetan susah pulang’, kayak, ‘Halo?’ gitu kan," ucapnya dengan nada sinis.

Ia menegaskan bahwa anggota dewan digaji untuk bekerja di parlemen, bukan di rumah. Alasan menghindari kemacetan, menurutnya, tidak bisa diterima. "Kerjaan kalian kan di sana. Kalian digaji bukan untuk kerja pagi di rumah, kan gitu!" tegas Kiky lagi.

Kiky Saputri kembali menekankan pentingnya dialog terbuka sebagai solusi. Ia merasa tidak ada alasan bagi wakil rakyat untuk takut menghadapi masyarakat yang hanya ingin menyampaikan suara mereka. "Kalau seandainya mereka keluar, ketemu, dialog terbuka, apa sih yang mereka takutin? Takut ditonjok sama warga? Kan gak mungkin warga juga nonjok depan polisi," pungkasnya. (deteksinews.co.id)

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar