Deteksi News
Featured Tapal Kuda

Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah ke 48 Digelar di Surakarta

Murawi – Deteksi News

Surakarta, (Deteksinews.co.id) – Setelah tertunda sekitar 2 tahun, Muktamar Muhammadiyah 48 akhirnya terselenggara dan resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 19 November 2022.

Pembukaan muktamar yang dilangsungkan di stadion Manahan berlangsung meriah. Stadion berkapasitas 25.000 orang ini penuh dijejali peserta dan penggembira Muktamar. Bahkan, puluhan ribu penonton terpaksa nobar di luar stadion, karena mereka tidak bisa masuk ke dalam stadion.

Sebelum fajar menyingsing, ribuan orang telah memadati halaman stadion Manahan. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air, dengan harapan dapat mengikuti jalannya pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48. Hujan yang mengguyur Kota Surakarta dan sekitarnya, tidak menyurutkan para penggembira.

Ya, bagi para warga Persyarikatan Muhammadiyah, Muktamar adalah Hari Raya Bermuhammadiyah. Mereka rela ‘nyelengi’ bertahun-tahun untuk dapat menghadiri kegiatan ini. Dengarlah cerita dari penggembira asal Papua.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana mereka menabung bertahun-tahun agar dapat membeli tiket menuju Solo. Simak juga cerita yang beredar, bagaimana seorang kakek asal Ngadirejo, Temanggung boncengan dengan cucunya (putri), membelah gelapnya malam dan rintik hujan, hanya untuk bisa menyaksikan pembukaan Muktamar di Solo.

Beliau jelas tidak memiliki hak suara, bahkan mungkin tidak mengenal dan tidak pernah berpikir, siapa calon kuat yang akan didukung untuk menjadi pimpinan Persyarikatan untuk masa bakti 2022-2027. Baginya, bermuhammadiyah haruslah dilakukan dengan gembira.

Waktu menunjukkan pukul 06.20, sisa hujan masih nampak jelas. Air menggenang di pinggir jalan dan beberapa menggenang di tengah jalan. Ribuan orang berduyun-duyun dengan berjalan kaki menuju stadion Manahan.

“Lho, kok jalan kaki? Ya, karena bis-bis dan kendaraan SUV lainnya telah memenuhi bahu jalan Adi Sucipto. Mau tak mau para Penggembira harus rela jalan kaki cukup jauh, “ujar salah satu pengunjung.

Sambil membawa bekal ‘logistik’ yang ditenteng dengan tas plastik, para penggembira ini berjalan sembari berncengkrama dengan pengembira lainnya. Saling menyapa, bertanya kabar dan asal, serta tempat menginap selama di Solo.

Sungguh, sebuah pemandangan yang mengharukan. Sekali lagi, bagi mereka, Muktamar adalah ‘Silaturahim Day’, Hari Raya yang harus dirayakan dengan penuh kegembiraan bersama dengan saudara-saudara lainnya dari seluruh tanah air.

#Muktamar48
#BergembiraBermuhammadiyah
#di Solo jalin ukhuwah

Related posts

Anggota Samapta Polres Bondowoso Mengasah Kemampuan Dalmas

Redaksi

Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Bening Lobster ke Luar Negeri

Redaksi

Hari Ini, Tim Khusus Polri Periksa Irjen Ferdy Sambo Sebagai Tersangka

Redaksi