Deteksi News
Featured Madura

Diduga di Korupsi, Proyek P3-TGAI di Desa Ganding Dilaporkan ke Kejaksaan Sumenep

Hilman – Deteksi News

Sumenep, (deteksinews.co.id) – Pekerjaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2021, di Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, diduga di Korupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sehingga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Sumenep, Sayfiddin, melaporkan pekerjaan tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Jumat (15/10/2021) kemarin.

Pelaporan itu berdasarkan laporan dari masyarakat setempat dan hasil evaluasi laporan pertanggungjawaban Kelompok P3A Sumber Harapan, diduga telah melakukan penyimpangan yang mengarah pada Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). dengan tujuan memperkaya diri atau orang lain, sehingga berpotensi merugikan negara.

Ketua LSM LIPK, Sayfiddin menyampaikan, pihaknya melaporkan proyek P3-TGAI itu sebab saat pihaknya melakukan investigasi ke lokasi pekerjaan ditemukan beberapa item yang diduga di Korupsi oleh pelaksana proyek tersebut.

“Kami melaporkan proyek P3-TGAI di Ganding ini karena ada temuan yang memenuhi beberapa unsur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” katanya kepada media ini. Minggu (17/10/2021).

Menurut Say, proyek P3-TGAI di Desa Ganding menelan Anggaran sekitar Rp. 196.000.0000 yang dikerjakan oleh kelompok P3A Sumber Harapan, Desa Ganding.

“Ini program dari pusat melalui kementerian PUPR, untuk percepatan tata guna air irigasi agar alirannya lancar ke tanah persawahan masyarakat. Jika pekerjaannya dikerjakan asal-asalan begini, maka bukan hanya negara yang dirugikan, tapi juga masyarakat petani setempat,” terangnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Say itu menjelaskan, ketika pihaknya turun langsung ke lokasi pekerjaan tersebut, ditemukan sejumlah item yang betul tidak sesuai spesifikasi pekerjaan tersebut.

“Karena hasil dari pekerjaan tersebut sangat tidak layak. Bahkan, meski usia pekerjaan itu belum seumur jagung ternyata sudah rusak dan hancur, sehingga sangat nampak pekerjaan itu dikerjakan asal-asalan,” ungkapnya.

Say juga menjelaskan, karena yang mengerjakan itu kelompok masyarakat jadi tidak ada pemeliharaan. “Setelah kami kroscek ke Pendampingnya ternyata tidak ada masa pemeliharaan. Jadi kalau memang sudah rusak harus diperbaiki,” ujarnya.

Kendati demikian, meski nantinya pekerjaan itu diperbaiki lagi oleh oknum kelompok masyarakat itu. Menurut say, tetap saja proses hukum tetap berlanjut, sebab dari awal menurutnya sudah ada niat untuk melakukan korupsi.

“Meski nanti sudah perbaiki, proses hukum saya pastikan tetap berlanjut. Sebab sudah jelas dari awal punya niatan mengkorupsi pekerjaan tersebut, sehingga berdampak pada hasil pekerjaan itu,” tegasnya.

Oleh karenanya, pihaknya berharap, laporannya direspon dengan baik oleh Kejaksaan Negeri Sumenep dan ditindak lanjuti sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami harap laporan kami ditindak lanjuti dengan baik sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada,” harapnya.

Bahkan dirinya juga berpesan kepada pihak-pihak lain jika mengerjakan suatu proyek agar dikerjakan dengan baik dan benar sesuai spesifikasi pekerjaan tersebut.

“Proyek ini kami laporkan, supaya ada kejelasan dan efek jera. Bukan hanya ini saja, tapi juga termasuk juga untuk yang lain kalau ditemukan penyimpangan akan kami proses keranah hukum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan pantauan media Deteksi News, berkas laporan dugaan Tipikor proyek P3-TGAI diserahkan langsung oleh Ketua LSM LIPK, Sayifiddin dan diterima oleh penjaga piket Kejaksaan Negeri Sumenep, Saudari Yuliana Indah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari ketua kelompok P3A Sumber Harapan, Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Related posts

Polres Bondowoso Berikan Himbauan Pada Masyarakat Menjelang Perayaan Tahun Baru 2023

Redaksi

Kapolres Bojonegoro : Menang atau Kalah, Cakades Harus Jaga Kondusifitas

Redaksi

Keikutsertaan SMKN 1 Cermee Dalam Pelaksanaan Lokakarya

Redaksi