Deteksi News
Madura Nasional Viral Terkini

Peduli Petani Tembakau, Pemkab Sumenep Bangun Gedung KIHT

SUMENEP, Deteksinews.co.id – Setiap masuk musim panen tembakau, para petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tiap tahunnya sering mengeluh karena harga jualnya Cenderung dibeli murah.

Untuk itu, guna mengantisipasi harga tembakau agar kembali stabil. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep, menggunakan Anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) akan membangun gedung untuk kawasan industri hasil tembakau (KIHT).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Agus Dwi Saputra menjelaskan, KIHT memiliki tujuan untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat, khususnya para petani tembakau agar mendapatkan kemudahan setelah pasca panen.

“Perencanaan sudah tuntas, hanya tinggal menuju proses realisasinya. Butuh sekitar 2 hektar lahan, sesuai pengkajian tidak perlu pembebasan lahan, karena sudah ada, yakni tanah kas desa. Saat ini rencana pembangunan itu, prosesnya beberapa tahapan sudah berjalan,” ujarnya. Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut, Agus panggilan akrabnya menjelaskan, guna memaksimalkan hasil pembangunan, pihaknya mengaku sangat berhati-hati, termasuk tahapan pembangunan itu benar-benar prosedural. Salah satunya, perencanaan pembangunan dimulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study).

“Studi kelayakan ini, berupa penelitian tentang layak tidaknya suatu proyek atau kawasan dibangun dan bisa mencapai tingkat keberhasilan atau tidak,” ungkapnya.

Di dalam studi kelayakan ini, sambung Agus, setidaknya ada tiga aspek urgen yang harus tercapai, mulai kadar manfaat ekonomis proyek tersebut, manfaat proyek itu bagi pembangunan negara atau disebut manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terakhir timbal balik pembangunan KIHT bagi lingkungan sekitar.

“Ternyata tim konsultan sudah memberikan keputusan di Guluk-Guluk lah yang akan dibangun, tempat lain kurang, nilainya kecil,” terang Agus.

Bahkan menurutnya, dari studi kelayakan itu menunjukkan hasil positif. Sebab, syarat perencanaan pembangunan ini juga masih perlu master plan dan penyusunan detail engineering design (DED).

“Setelah itu, masih akan dilakukan kajian lingkungan. Dan semuanya sudah mantap, tinggal menuju proses lelang pekerjaannya,” ungkapnya menegaskan. (Hil)

Related posts

Dugaan Korupsi Kapal Tongkang Gersik Putih, Polisi Nunggu Hasil Audit BPKP

Redaksi

Targetkan 20 Besar Porprov Jatim 2022, Disparbudpora dan KONI Sumenep Persiapkan Puslatkab

Redaksi

Peduli Korban Erupsi Gunung Semeru, NU Ganding Gelar Penggalangan Dana

Redaksi