Deteksi News
Featured Hukum & Kriminal Tapal Kuda

Penculikan Anak di Tukar Dengan Beras

Redaksi – Deteksi News

Makasar, (deteksinews.co.id) – Seorang anak telah ditukarkan dengan beras di sebuah toko kelontongan di Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi menduga ini adalah modus penculikan yang dilakukan oleh pelaku.

Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar Makassar di Sulawesi Selatan terus menyelidiki kasus tersebut dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kepolisian menjelaskan, anak tersebut dibawa oleh pelaku ke sebuah toko kelontongan dan menukarnya dengan beras lalu pelaku berjanji akan kembali menjemput anak tersebut.

“Sudah dilaporkan kepada pimpinan agar mendapat atensi penyelidikan atas kasus ini,” kata Bhayangkara Binkamtibmas Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Aipda Syarifuddin, Makassar, Rabu 8 September 2021.

Dia mengatakan kejadian itu bermula dari adanya laporan masyarakat soal kasus anak yang diculik dan ditukar dengan beras.

Bahkan Syarifuddin mengatakan kejadian anak ditukar dengan beras ini sudah pernah terjadi dan dilaporkan oleh warga.

Awalnya pelaku mengiming-imingi korban untuk naik motor dan diajak jalan-jalan oleh pelaku tersebut.

Untuk kasus yang baru dilaporkan ini, korbannya seorang bocah laki-laki diperkirakan berusia 10 tahun ini dijemput pelaku di Jalan Maccini Gusung, Kecamatan Makasar.

Pelaku kemudian berputar-putar membawa korban sambil mencari sasaran warung ataupun toko kelontong yang menjual beras.

Hingga akhirnya menemukan target warung di Jalan Pelita Raya, Kelurahan Ballaparang. Pelaku lalu menurunkan korban, selanjutnya mengambil beras dengan alasan lupa membawa uang dan akan kembali menjemput korban karena sebagai bentuk jaminan.

“Modusnya, sampai di warung dia (pelaku) pura-pura lupa bawa dompet, kemudian anak itu disimpan sebagai jaminan untuk dipercaya. Ada tiga karung beras dibawa pelaku,” ucap Syarifuddin.

Informasi dari korban penjual beras, pelaku menggunakan motor otomatik dengan ciri-ciri orangnya agak tinggi, dan kurus.

Kejadian ini merupakan kali ketiga di wilayah Kecamatan Rappocini. Modusnya, tega menukar anak kecil dengan beras maupun tabung gas atas jaminan korban dititip di warung itu.

Korban pemilik warung beras, Risnawati menceritakan, pelaku saat itu singgah dan mau membeli beras, dengan alasan ada acara pengantin tetapi lupa membawa uang.

Selanjutnya mengambil beras satu karung 25 kilogram, dan kembali lagi mengambil dua karung 10 kilogram. Total pengambilan 35 kilogram beras.

“Alasannya, lupa ambil uang, jadi saya bilang jangan ambil semua, lalu dia bilang titip adikku dulu sebentar, nanti pulang diambil lagi disitu, kemudian pergi begitu saja,” katanya.

Beberapa saat kemudian Risnawati baru sadar setelah anak ini menangis dan menanyakan, apakah itu kakaknya, korban mengatakan bukan, hanya dijemput pelaku di dekat rumahnya setelah dijanjikan diberi uang Rp15 ribu.

“Saya bilang ke dia (korban) itu kakakmu kah? dia bilang bukan, hanya dijanji saja uang, tapi uangnya tidak ada. Ada Rp500.000 kerugianku,” katanya.

Korban akhirnya dipulangkan Bhayangkara Binkamtibmas setempat, setelah korban menyebut dimana berdomisili. Orangtua korban, Jufri (38) sempat cemas, anaknya belum pulang sejak bermain disekitar rumahnya pagi tadi, namun menjelang sore belum muncul.

Ia pun kaget setelah polisi membawa anaknya pulang ke rumah dan menceritakan perihal kejadian yang menimpa korban dibawa orang tidak dikenal dengan motor kemudian dititipkan di warung untuk ditukar beras.

“Sempat saya melapor di Kantor Polrestabes Makassar, anak saya hilang dan belum pulang. Nanti setelah polisi membawanya baru kami tenang, alhamdulillah selamat,” ucapnya bersyukur sembari berterima kepada polisi yang membawa anaknya pulang.

Sumber – Pikiran Rakyat

Related posts

DVI Polda Jatim Terima 44 Kantong Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru di RSUD Dr. Haryoto Lumajang

Redaksi

Kades Bendelan Berbagi Sembako Kepada Warganya Menjelang Lebaran

Redaksi

Propagul Mendominasi Penanaman Program PEN Mangrove di Desa Sungai Samak

Redaksi