Deteksi News
Bangka Belitung Featured

dr. Rizky Febriawan, Tips dan Tata Cara  Melakukan Isolasi Mandiri

Imran – Deteksi News

Belitung, Babel, (deteksinews.co.id) – Isolasi merupakan upaya memisahkan orang yang sakit/terkonfirmasi positif covid-19 dari orang yang sehat dengan tujuan memutus rantai penularan covid-19 di masyarakat. Berhentinya penularan dari satu orang ke orang lainnya, diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus, jumlah yang memerlukan perawatan dan jumlah kematian.

Namun, sering muncul pertanyaan seperti,
Kapan kita harus Isolasi mandiri ?.
Isolasi terpusat atau harus dirawat di RS rujukan covid-19 ?.
Berapa lama perawatan Covid-19?
Apa saja tips yang dapat dilakukan saat menjalankan Isolasi mandiri ?.
Apa saja tanda bahaya covid-19 saat menjalani isolasi mandiri?

Mari kita bahas pada uraian berikut ini, bersama dengan *dr Rizky Febriawan, salah seorang dokter di Klinik Utama Belitung, Praktisi Medis dan Edukator Kesehatan.

Syarat Isolasi Mandiri, apa saja?

1. Syarat klinis: Usia <45 th DAN tanpa Komorbid DAN tanpa bergejala/ bergejala Ringan (jika usia >45 th, mempunyai komorbid yang terkendali konsultasikan/ diskusikan dengan dokter anda).

2. Syarat rumah: Pasien berbeda rumah/tempat dengan keluarga yang negatif. Namun bila tidak bisa, harus tinggal di kamar terpisah, ada kamar mandi dalam dan Ventilasi baik. Alat Mandi dan perlengkapan makan harus terpisah.

Jika tidak terpenuhi kriteria tersebut, konsultasikan dengan dokter/Puskesmas dan bisa menghubungi tempat isolasi terpusat/Pusat Pemulihan dan Karantina Mandiri ataupun shelter desa yang diesediakan.

Kenali Covid tanpa gejala dan gejala ringan

1. Tanpa Gejala: Frekuensi napas 12-20x/menit, saturasi okigen >95%
2. Gejala ringan: demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, fatigue/kelelahan ringan, nafsu makan menurun, anosmia (kehilangan indra penciuman), ageusia (kehilangan indra pengecapan), mual/muntah/diare tanpa tanda dehidrasi, nyeri perut, konjungtivitis (radang/iritasi mata), kemerahan pada kulit,Frekuensi napas 12-20x/menit, saturasi okigen >95%

Alat yang perlu tersedia, apa saja?

Termometer (pengukur suhu), pulse oximeter (pengukur kadar oxygen). Lakukan pengecekan kondisi alat tersebut,kondisi baterai dsb agar bisa berfungsi dengan baik.

Apa saja yang perlu dipantau saat Isoman?

Periksa suhu tubuh, laju napas, denyut nadi, saturasi oksigen, minimal 2x/hari. Lebih sering, lebih baik.

Protokol Isoman, apa saja?

Tetap di rumah, memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan–> 6 langkah cuci tangan standard WHO, menerapkan etika batuk yang benar. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama +- 60 detik atau menggunakan hand sanitizer/cairan antiseptik selama 20-30 detik dengan gerakan 6 langkah cuci tangan seperti pada gambar dibawah.

Kegiatan saat Isoman, apa saja?

1. Bangun pagi, buka jendela kamar, agara ventilasi baik

2. Cek suhu, laju napas, denyut nadi, saturasi oksigen, amati gejala/keluhan yang ada, catat di catatan harian. Lakukan video call/Telemedicine kepada dokter/nakes/teman ataupun meminta keluarga utk melihat kondisi anda hari ini, tentu dengan memakai masker 2 lapis, menjaga jarak >2m

3. Makan Makanan bergizi seimbang secara terpisah dari anggota keluarga yang lainnya. Penuhi kebutuhan cairan, dengan minum +-2 liter (8 gelas) per hari.

4. Minum obat dan vitamin yang sudah diresepkan dokter, minum tepat waktu sesuai jadwal.

5. Lakukan latihan pernapasan, utk memperkuat otot pernafasan dan ventilasi secara efektif. video ada di link deskripsi https://youtu.be/SFcR18YQe1Y

6. Mandi Pagi, beres2 kamar, mencuci piring, mencuci baju dan aktifitas fisik lainnya.

7. Pastikan Alat makan dan Pakaian kotor harus terpisah dari anggota keluarga yang lain.

8. Lakukan olahraga ringan, seperti stretching, atau jalan2 ringan di sekitar rumah

9. Berjemur jam 10 pagi, selama 15 menit
Kendalikan stress dengan melakukan hobby di rumah, seperti nonton film, membaca buku, bernyanyi dan hal positif lainnya

10. Tidur yang cukup, 7-8 jam/hari, sebisa mungkin tidur tidak pada posisi terlentang, boleh agak terlungkup, miring kanan ataupun miring kiri.

Makan teratur, minum obat sesuai jadwal, lakukan pengecekan gejala, suhu, saturasi oksigen, frekuensi nadi, laju napas secara berkala.

Berapa lama perawatan pada Isoman?

1. Tanpa Gejala: 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif

2. Gejala Ringan: Minimal 10 hari dari gejala awal + 3 hari bebas gejala (gejala yang dimaksud adalah demam dan gangguan pernapasan, seperti batuk dan sesak), diskusikan dengan dokter/puskesmas setempat

Waspada Jika:
1. Tanda Pneumonia (demam, batuk, sesak), laju napas >20x/menit dan saturasi oksigen <93% pada udara ruang. Segera hubungi nomor puskesmas setempat atau nomor darurat 119 Dinkes (0817-4119-119). Berikan oxygen dan lakukan awake proning position sambil menunggu tenaga kesehatan datang.

2. Tanda dehidrasi (pusing, lemas, bibir kering, nadi cepat >100x/menit, kencing sedikit/berkurang, biasa nya didahului oleh mencret/muntah2 yang banyak)–> banyak minum air putih+oralit–> Segera hubungi nomor puskesmas setempat atau nomor darurat 119 Dinkes (0817-4119-119).

3. Tanda delirium (bingung, linglung, tidak dapat mengenali orang, tempat dan waktu) ataupun penurunan kesadaran/tidak respon.

Segera hubungi nomor puskesmas setempat atau nomor darurat 119 Dinkes (0817-4119-119).

Semoga Lekas Sembuh, Belitung AYO Pulih, Pulih dari Pandemi, Pulih Juga Ekonomi.

Referensi:
1. Buku Panduan Isolasi Mandiri. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021.

2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/4641/2021 Tentang Panduan Pemeriksaan, Pelacakan, karantina dan Isolasi dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19)

3. Bentley SK, Iavicoli L, Cherkas D, et al. Guidance and Patient Instructions for Proning and Repositioning of Awake, Nonintubated COVID-19 Patients. Acad Emerg Med. 2020;27(8):787-791. doi:10.1111/acem.14067Link Video Latihan Pernafasan : https://youtu.be/SFcR18YQe1Y

4. Link download buku panduan Isolasi Mandiri PABDI 2021. https://www.papdi.or.id/pdfs/1056/Buku%20Panduan%20Isolasi%20Mandiri%20-%20PAPDI.pdf

Related posts

Tuntut Kenaikan Upah, Buruh Dapat Vaksin

Redaksi

Peduli Lingkungan Mahasiswa Sulteng Bersama Kodim 0822 Laksanakan Penghijauan di Desa Wisata

Redaksi

Polres Kediri Gandeng Media Sosialisasikan Harkamtibmas dan Penegakan Hukum

Redaksi