Deteksi News
Bangka Belitung Featured

Wabup Beltim Khairil Anwar Ikuti Rakor Monev Penanganan COVID-19 Pelaksanaan PPKM Level IV

Rofiq – Deteksi News

Manggar, Beltim, (deteksinews.vo.id)
– Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Penanganan COVID-19 pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV dengan Kementerian Dalam Negeri yang dilakukan oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah, Ditjen Kewilayahan dan Inspektorat Jenderal via zoom di kediamannya, Rabu (28/07) .

Khairil menjelaskan rakor ini bertujuan untuk membahas mengenai monev pelaksanaan PPKM Level IV di seluruh Propinsi, Kabupaten/Kota yang termasuk di dalam Keputusan Presiden khususnya dalam penggunaan anggaran terkait pemberian bantuan sosial (bansos) terhadap masyarakat yang terkena dampak COVID-19 di masa PPKM Level IV ini.

“Penggunaan anggaran lebih leluasa untuk yang sifatnya mendesak dan benar-benar dibutuhkan, itu yang pertama. Yang kedua bahwa pergeseran ini dapat dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk alat kesehatan atau bansos baik itu berupa barang atau berupa uang,” ujarnya.

Pihaknya melanjutkan, hasil dari Rakor Monev PPKM Level IV V ini akan segera dilaporkan ke Bupati Beltim agar pelaksanaan pada OPD-OPD terkait bisa segera direalisasikan mengingat lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Beltim sangat tinggi.

“Intinya semua ini tinggal nanti kita laporkan ke Bupati. Bupati-lah yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut agar bisa segera dilaksanakan di OPD Terkait diantaranya Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD), Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DISNAKERKOPUKM), Dinas Perikanan dan OPD-OPD terkait lainnya.,” ucapnya

Ditambahkan Khairil, Penerapan PPKM Level IV untuk Beltim ditentukan oleh Pusat hingga tanggal 2 Agustus 2021. Tempat keramaian maupun usaha baik berupa café, warung kopi, rumah makan, pasar, bisa buka dengan kriteria tertentu dan diatur sedemikian rupa agar para pembeli bisa menjaga jarak.

“Terkait PPKM level IV, masyarakat Beltim harus lebih waspada. Jangan lagi ada istilah cuma batuk atau pilek biasa. Segeralah antigen atau swab di rumah sakit atau Puskesmas terdekat karena swab itu tidak sakit. Jadi kalau kita sudah melakukan hal itu, tentu masyarakat yang lain pun tidak akan tertular. Yang sangat kita sayangkan kalau keluarga kita sendiri yang tertular,” tutupnya.

Related posts

Kakek 61 Tahun Ini Perkosa Gadis Disabilitas Hingga Hamil

Redaksi

Wujudkan Tulungagung Kondusif dan Cinta NKRI, Perguruan Silat Sekabupaten Tulungagung Gelar Apel Bersama

Redaksi

Giat Jumat Curhat, Kapolres Bondowoso Mengundang Awak Media

Redaksi