Deteksi News
Featured Madura Tapal Kuda

Pelayanan Kejaksaan Sumenep Buruk, LIPK Sebut Sudah Mulai Mandul

Matlimin – Deteksi News

Sumenep, (deteksinews.co.id) – Pelayanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai dikeluhkan oleh sejumlah kalangan.

Pasalnya pelayanan instansi Korps Adhyaksa sudah mulai buruk, lantaran sejumlah awak media yang sedang bertugas melakukan liputan kasus Korupsi Gedung Dinkes dan Kasus OTT Pasar Lenteng, mendapatkan perlakuan yang tidak ramah.

Hal itu diungkapkan oleh wartawan Media Deteksi News, Hilman JR, mengatakan bahwa saat dirinya bertugas liputan mendapat perlakuan kurang ramah oleh resepsionis korps Adhyaksa. Bahkan menurutnya dirinya dilarang mengambil dokumentasi.

“Tanpa ada alasan yang jelas kami dilarang mengambil foto. Setelah kenapa dilarang resepsionis itu bilang sudah perintah atasannya,” ujar Kabiro Deteksi News Sumenep itu. Jum’at.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, seorang wartawan sebagai corong informasi publik sudah diatur dalam UU Pers nomor 40 tahun 1999.

“Dengan melarang wartawan mengambil foto, itu sudah jelas menciderai tugas dan fungsi seorang wartawan,” tegasnya.

“Ini sudah kesekian kalinya saya liputan kesana namun ternyata tetap sama perlakuannya. Bahkan untuk bertemu dengan Kajari dan pejabat yang lain sulitnya minta ampun. Pasti alasannya, kalau tidak lagi keluar kota, pasti lagi ada cara diluar atau ada tamu yang tidak bisa diganggu,” tandasnya.

Perlakuan yang sama juga diakui oleh Ketua LSM LIPK, Sayfiddin menyampaikan, bahwa sejak pucuk pimpinan Kejari Sumenep itu diganti, pelayanannya semakin buruk.

“Benar, saat ini pelayannya sudah berubah, yang awalnya sangat bagus dan proaktif saat ini sudah sulit untuk kordinasi apalagi ada pengaduan,” ujarnya kepada media ini. Jumat (25/06).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Say itu mengatakan, Institusi Korps Adhyaksa di Kota Sumekar itu saat sudah terkesan tertutup.

“Kejaksaan Sumenep saat sudah mulai tertutup, terbukti saya berkirim surat sejak awal Puasa Ramdhan hingga saat ini belum ada kejelasan,” akunya lagi.

Bahkan dirinya mengatakan Kejaksaan Negeri Sumenep sudah dua tahun ini mandul. “Kejaksaan saat seperti tidak bekerja alias mandul. Karena sudah tahun ini belum ada kasus Korupsi yang tuntas,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Sumenep, Adi Tyogunawan, melalui Kasi Intel, Novan Bernadi mengaku, pihaknya bukan melarang wartawan ambil foto. Sebab, hal yang demikian dilakukan sebagai bentuk upaya menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Gimana ya, bukan dilarang sebenarnya. Ini juga merupakan ketentuan dari pusat, karena saat ini kami dalam tahap menuju WBK. Jadi namanya WBK ya aturannya ketat, soalnya tahun kemarin kita gagal,” akunya. Kamis (24/06).

Disinggung soal pelayanan yang dinilai kurang ramah kepada tamu, Novan mengaku bahwa petugas di bagian resepsionis hanya menjalankan perintah saja. Selain itu, karena sebagian dari mereka masih baru bekerja di lingkungan Korps Adhyaksa.

“Oh itu biasa. Mungkin masih baru, atau mungkin karena bawaan hamil. Mohon dimengerti lah,” pintanya.

Novan berjanji, ke depan peristiwa yang sama tidak akan terjadi bagi para kuli tinta yang bertugas liputan di lingkungan Kejari. “Besok ada rapat terkait dengan WBK di sini, jadi tak sampaikan nanti,” tukasnya.

Related posts

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso H. Barry Sahlawi Zein, M.Si

Redaksi

Wabub Situbondo Hadiri Haflatul Imtihan dan Halal Bihalal di Yayasan Nurul Hidayah Sumberanyar

Redaksi

Isi Kekosongan, Bupati Sumenep Lantik Lima Kepala Dinas Baru

Redaksi